Zona Kuning, MPLS di Kab. Madiun secara Daring

Madiun, koranmemo.com – Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru di Kabupaten Madiun, berlangsung secara daring, Senin (13/7). Lantaran, Kabupaten Madiun masih berstatus zona kuning covid-19.

Bahkan, MPLS SMA Negeri Pilangkenceng digelar secara virtual di kantor desa terdekat.
Kepala SMAN Pilangkenceng, Priyono mengatakan jalan pintas ini ditempuh sebagai upaya  mengurangi konsentrasi massa di suatu tempat karena zona Kabupaten Madiun masih belum masuk zona hijau sehingga MPLS terpaksa menggunakan sistem daring.

“Tapi daring tidak sepenuhnya siswa berada d irumah masing-masing, jadi siswa berada di dalam gugus-gugus yang telah disediakan dan dibagi menjadi tujuh gugus salah satunya di balai desa Kenongorejo ini,” ujarnya saat meninjau pelaksanaan MPLS.

Tujuh gugus yang telah disediakan yakni kantor desa Kenongorejo, Muneng, Duren, Kedungrejo, Ngale, Sumbergandu dan Pilangkenceng. Setiap gugus berisikan 30-35 peserta didik baru.

Kendati digelar virtual di balai desa, para peserta didik tetap menerapkan protokol kesehatan. Salah satunya, peserta wajib membawa surat izin yang ditandatangani orang tua dan menyatakan dirinya sehat.

“Kegiatan daring sampai dengan hari Rabu, Kamis ada outbond di sekokah, namun tetap dengan  memperhatikan protokol kesehatan,” tutur Priyo.

Sementara, MPLS jenjang SMP juga digelar secara daring. Pihak sekolah mengirimkan akun video ke peserta didik menjelaskan semua kegiatan pembelajaran yang ada di sekolah.

Seperti dilakukan di SMP Negeri 1 Mejayan. “Sehingga tidak perlu datang ke sekolah, cukup dari rumah,” kata Kepala SMP 1 Mejayan Agus Sucipto.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Hendro Suwondo mengungkapkan selama tiga hari kedepan MPLS dilakukan agar sekolah mempersiapkan peserta didik baru untuk siap mengikuti pembelajaran dari rumah.

“Kabupaten Madiun masih dalam zona kuning, sehingga pembelajaran tatap muka belum bisa diselenggarakan untuk memperkecil resiko penularan virus Corona,” ujarnya.

Ada beberapa konten materi MPLS wajib diberikan. Yakni, memperkenalkan tenaga pendidik dan kependidikan, mengenalkan sarana yang ada disekolah dan prestasi.
Sedangkan untuk mengantisipasi siswa yang rumahnya sulit sinyal, jelasnya, ada menu utama yaitu modul yang dibuat oleh sekolah.

“Modul itu dibaca, dikerjakan, dikumpulkan dan mendapatkan refleksi dari sekolah. Kita memang ingin melayani semuanya jadi pilihan menu utama tetap menggunakan modul,” pungkasnya.

Reporter Juremi

Editor Achmad Saichu