Workshop Digital Economy dan Smart City, Meningkatkan Kualitas UMKM e-Dagang

Kediri, koranmemo.com – Bank Indonesia Perwakilan Kediri mengadakan Workshop Digital Economy dan Smart City.     Workshop yang diselenggarakan selama dua hari, yakni Rabu (29/3) dan Kamis (30/3) ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tentang perdagangan secara elektronik.

Sebagai narasumber, Bank Indonesia menghadirkan perwakilan dari Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kantor Pos Indonesia, Tokopedia, Lawe, dan Kepala Dinas Kabupaten Banyuwangi. Dengan narasumber yang kompeten di bidangnya, diharapkan nantinya pelaku UMKM se- eks Karesidenan Kediri dapat menyerap dan menerapkannya dalam usaha mereka.

Djoko Raharto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri mengungkapkan, di tengah kondisi ekonomi global yang diliputi ketidakpastian, perekonomian Indonesia berbasis komunikasi memiliki peranan penting. Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,02 persen tahun 2016 lalu didorong oleh tingkat konsumsi masyarakat yang semakin mudah karena adanya sistem e-commerce atau e-dagang.

“Semakin cepatnya perkembangan teknologi informasi memang mengharuskan pelaku UMKM untuk mempelajari aktivitas jual beli melalui e-dagang (e-commerce). Dengan perdaganngan elektronik tersebut, konsumen dapat langsung berhubungan dengan produsen, termasuk UMKM seluruh Indonesia,” jelasnya.

Namun dengan beragam kemudahan yang diberikan oleh ekonomi digital, menurut Djoko, juga memiliki berbagai risiko.  Khususnya di sisi stabilitas keuangan, sistem pembayaran, cyber security, integritas dan keamanan transaksi, serta perlindungan konsumen.

“Dengan hadirnya narasumber yang berkompeten di bidangnya, kami mengharapkan informasi yang nantinya disampaikan dapat meningkatakan pengetahuan, inspirasi dan inovasi di bidang e-commerce. Selain itu, dengan informasi ini juga dapat mengurangi risiko-risiko yang terjadi ketika bertransaksi atau jual beli secara elektronik,” tandasnya.

Sementara, Aries Kurniawan, Kasi Teknologi dan e-Bisnis dari Kementerian Komunikasi dan Informatika mengungkapkan, saat ini perlahan-lahan semua sektor sudah merambah pada e-commerce. Dengan demikian, perdagangan secara manual atau secara tradisional diharapkan dapat beralih pada perdagangan secara elektronik. “E-commerce sekarang sudah menjadi gaya hidup. Karena itu, para pelaku UMKM juga harus mulai berubah dan menaikan level, dari perdagangan secara tradisional beralih ke perdagangan elektronik,” tambahnya.

Selain itu, Aries menuturkan, Kemkominfo juga memberikan perlindungan pada para pedagang di Indonesia, dengan melindungi kepentingan dari penjual atau pembeli. Kemkominfo memberikan regulasi kepada investor asing, minimal Rp 10 milliar jika ingin 100 persen hadir di Indonesia. Jika tidak bisa, maka mereka harus menggandeng orang dalam negeri.  Dengan demikian, harapannya, nanti para pelaku usaha di Indonesia bisa belajar dari teknologi dan informasi yang digunakan pihak asing.

“Sedangkan untuk perlindungan kepada market place, sebagai contoh di Tokopedia, jika nantinya ada penjual yang nakal, kami tidak akan menutup Tokopedia. Namun Tokopedia harus menyelesaikannya sendiri dengan mekanisme sendiri. Jika tidak dapat selesai baru kami mediasi,” paparnya. (dia)

Reporter : Dhita Septiadarma

Editor : Vrian Triwidodo

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.