WHO Katakan Wabah Corona Sebagai Pandemi

Share this :

Jenewa, koranmemo.com – Jumlah kasus wabah Corona terus meningkat di luar China akhir-akhir ini, dalam 2 minggu terakhir, jumlahnya bahkan telah naik 13 kali lipat. Rabu (11/3) waktu setempat, Pemimpin organisasi kesehatan dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan untuk pertama kalinya jika kasus Corona adalah pandemi.

“Kami belum pernah menemukan pandemi yang dipicu oleh virus Corona. Kami sangat memperhatikan tentang tingkat penyebaran dan keparahannya,” ujar Tedros dikutip dari AFP.

Tingkatan pandemi yang diberikan oleh WHO merupakan cerminan dari kasus Corona yang terjadi di Eropa. Italia mengabarkan jika negaranya memiliki 2.300 kasus Corona baru dalam jangka waktu 24 jam terakhir. Seiring dengan Italia, spanyol juga mengabarkan jika kasus Corona di negaranya telah mencapai 2.100 kasus, sedangkan Albania, Irlandia, Belgia Bulgaria, dan Swedia mengabarkan kematian pertama akibat Corona di negaranya.

Secara keseluruhan, kasus Corona di Eropa telah mencapai lebih dari 22.000 kasus dan menyebabkan 930 kematian. Kondisi mengkhawatirkan yang terjadi di Eropa, langsung ditanggapi cepat oleh Amerika dengan mempertimbangkan untuk melarang turis dari Eropa.

Italia yang menjadi negara paling terdampak di Eropa, telah mengambil tindakan untuk mengkarantina warganya secara massal. Semua toko di Italia tidak diperkenankan beroperasi kecuali toko bahan makanan dan obat-obatan. Sedangkan pabrik dan bisnis besar lainnya masih bisa beroperasi, namun harus memberlakukan keamanan yang semestinya untuk menccegah penularan.

Selain mengkarantina seluruh warganya, Italia juga telah memutuskan untuk mengeluarkan dana sebesar 25 miliar Euro untuk menangani kasus Corona. Dana besar tersebut dialokasikan untuk bantuan kepada hotel dan restoran yang bisnisnya sangat terdampak, pemerintah juga telah menangguhkan pembayaran beberapa tagihan keluarga.

Ditengah kekhawatiran kasus Corona di Eropa, China yang menjadi pusat dari wabah ini telah menunjukan perkembangan yang semakin baik. Sejumlah bisnis di Provinsi Hubei yang menjadi episentrum wabah Corona juga telah mengumumkan untuk memulai kembali usahanya. Meski sudah membaik, China tetap menjadi negara yang terdampak paling parah sejauh ini, China mencatat lebih dari 80.000 kasus dengan lebih dari 3.000 kematian.

Reporter: Ahmad Bayu Giandika

Editor: Della Cahaya