WHO Akan Bahas Status Daruat Internasional Terhadap Wabah Coronavirus

Share this :

Jenewa, koranmemo.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menghimbau seluruh dunia untuk terus waspada terhadap peningkatan kasus coronavirus. WHO sendiri baru akan melakukan pertemuan untuk membahas apakah wabah ini merupakan keadaan darurat internasional pada Kamis (30/1) pukul 13.30 waktu setempat.

Dilansir dari The Guardian, wabah coronavirus yang disebabkan oleh virus 2019-nCoV telah menginfeksi hingga mencapai 7.000 warga dan 170 warga diantaranya meninggal dunia. Peningkatan korban yang terus berlanjut, ditambah belum diketahui secara pasti obat dan vaksin yang dapat digunakan untuk menangani wabah ini, menjadikan dunia dalam kekhawatiran besar.

Penyebaran virus 2019-nCoV yang telah menjangkiti 15 negara dan ditemukannya penularan antar manusia di Jerman, Vietnam, dan Jepang adalah alasan dibalik kekhawatiran banyak negara. Selain itu isolasi terhadap Kota Wuhan dan beberapa kota di sekitarnya juga menjadi persoalan tersendiri bagi negara lain yang warga negaranya ikut terisolasi.

Merespon peningkatan kekhawatiran internasional terhadap wabah ini, WHO mengumpulkan komite ahlinya untuk membahas lagi status dari wabah ini. Pertemuan ini akan menentukan apakah wabah coronavirus telah menjadi kondisi darurat internasional atau belum.

Sebelumnya WHO menyatakan status darurat wabah ini hanya beradai di China. Namun, terus meningkatnya wabah ini di berbagai negara menjadikan WHO mempertimbangkan status darurat internasional bagi wabah ini.

Setiap negara perlu menyiapkan dirinya masing – masing sehingga dapat mendeteksi dan melakukan penanganan terbaik jika menemukan kasus coronavirus di wilayahnya. “Seluruh dunia harus menjaga kewaspadaannya dan siap dalam mengambil tindakan dalam menangani kasus ini,” ujar Ketua Program Darurat Kesehatan WHO, Michael Ryan.

Langkah yang dilakukan Pemerintah China dengan melakukan isolasi besar – besaran terhadap Kota Wuhan dan sekitarnya, yang merupakan sumber wabah ini, dinilai sudah baik oleh WHO. “Enam puluh delapan kasus yang terjadi di luar China, adalah bukti upaya China yang luar biasa. China telah mengorbankan banyak hal termasuk perekonomian mereka,” ujar Direktur WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Reporter: Ahmad Bayu Giandika

Editor: Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date