Akun WhatsApp Kepala Kemenag Kota Madiun Dibajak untuk Minta Duit

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Modus penipuan melalui sosial media WhatsApp terjadi di Kota Madiun belakangan ini. Bahkan, si penipu juga membajak nomor kontak salah satu pejabat, yakni Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun Munir.

Peristiwa itu diketahui Rabu (29/7). Saat itu, ia sedang mengisi acara di Lapas Narkoba Madiun, telepon genggam miliknya terus berdering membuat perhatian Munir teralih pada ponselnya.

Terkejut, ternyata ia menerima beberapa panggilan tak terjawab dari rekan sejawat dan kerabatnya. “Baru saja tadi pagi, saya sedang mengisi acara di Lapas, karena ada telepon dari temen-temen tahunya nomor saya di bajak,” terangnya.

Lalu dia mengkonfirmasi ke salah satu rekan kantor, yang saat itu sedang menerima panggilan darinya. Tak hanya rekan kantor, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Madiun, yang juga curiga nyaris tertipu Rp 10 juta yang akan dikirimkan pada orang yang tak dikenal.

“Ia (temannya) curiga, kok saya minta uang. Terus telepon ke saya pakai nomer satunya, hampir kirim Rp 10 juta,” lanjutnya.

Baca Juga: Pengembangan Situs Patirtan Brumbung Menjadi Kawasan Wisata Budaya

Baca Juga: Bawaslu Kabupaten Kediri Temukan Puluhan Pelanggaran

Hampir semua kontak yang terdapat di aplikasi WhatsApp dihubungi oleh pelaku. Namun, Rif’an merupakan saudaranya, terlanjur tertipu dengan dalih meminta uang untuk membeli pulsa sebesar Rp 300 ribu yang dikirimkan di rekening yang bukan atas nama Munir.

“Karena foto profil WA-nya saya akhirnya mereka percaya, kemudian ada beberapa yang tidak percaya langsung konfirmasi dengan telepon,” imbuhnya.

Baca Juga: Bupati Jombang Larang Warga Takbir Keliling di Jalanan

Baca Juga: Rencana Protokol Kesehatan Liga Indonesia, Persik Sanggup Rapid Test

Munir langsung mendatangi Polresta Madiun untuk melaporkan kasus dialami. Dia juga meminta kepada Kepala Kemenag Ngawi dan Nganjuk untuk mengirimkan pernyataan bahwa itu bukan dirinya kepada Kemenag Jawa Timur agar segera diketahui.

“Saya sudah lapor, WA saya yang biasanya sudah tidak bisa dibuka. Tim dari Polresta Madiun akan segera melakukan penyelidikan,” pungkasnya.

Reporter M.Adi Saputra/Juremi
Editor Achmad Saichu