Waspada DBD: Jika Anak Alami Ini, Segera Bawa ke RS

Jombang, koranmemo.com – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jombang, dr. Pudji Umbaran, mengingatkan masyarakat, agar peka dengan kondisi anak ketika mengalami sakit panas.

Sebagai bentuk kewaspadaan, jika anak mengalami panas yang mendadak tinggi serta tidak ada respon meski telah diberi obat, maka segera periksakan ke rumah sakit. Ini sebagai salah satu langkah mencegah terlambatnya penanganan Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Jika panas tidak turun, pada hari ke 2-3 wajib dilakukan pemeriksaan laboratorium. Dari situ nanti akan kelihatan pasien sebenarnya terdampak apa. Akan kelihatan semua,” kata dr. Pudji kepada Koranmemo.com , Kamis (13/2).

Tidak cukup dari sini saja, jika pasien tiba-tiba dingin, lanjut dr. Pudji, maka wajib dilarikan ke rumah sakit, bukan lagi ke puskesmas.

“Jika pasen tiba-tiba dingin, kita hanya punya waktu 90 menit memberikan kecukupan cairan kepada pasien. Jika tidak, akan terjadi proses dalam tubuh yang dinamakan DIC (Disseminated Intravascular Coagulation). Nah kondisi inilah yang menjadi pembunuh pasien. Sebab darah tidak mau membeku. Darah keluar semua dan tidak terselesaikan,” paparnya.

Dalam penanganannya, jika pasien dinyatakan positif alami demam berdarah, maka langkah yang dilakukan rumah sakit yakni menjaga keseimbangan cairan.

“DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, yang sifatnya bisa sembuh sendiri. Tetapi, dalam rentan waktu menuju sembuh, ada fase yang cukup berbahaya, pada hari ke 3, 4, 5 dan 6. Ini kondisi berbahaya. Pada saat itu pembuluh darah membuka semua, cairan keluar semua. Nah ini kondisi pasien dingin, sehingga membuat keluarga gembira. Padahal proses ini, pembuluh darah membuka,” pungkas dr. Pudji.

Sebelumnya, kasus demam berdarah dengue (DBD) menelan korban jiwa. Bayi berusia 11 bulan di Kabupaten Jombang, meninggal akibat demam berdarah. Saat ini, masih tercatat ada 31 kasus demam berdarah yang dinyatakan positif oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang.

Kasus korban meninggal akibat demam berdarah ini terjadi pada 24 Januari 2020 lalu. Korban merupakan warga Kecamatan Kudu.

Reporter Agung Pamungkas
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date