Warga Tulungagung Positif Covid-19 Isolasi Mandiri di Rumah

Share this :

Tulungagung, koranmemo.com – Satgas penanggulangan covid-19 Kabupaten Tulungagung memastikan warganya yang positif virus tersebut hanya melakukan isolasi mandiri di rumah. Pasalnya pasien dalam kondisi sehat, isolasi itu dalam pengawasan tim satgas.

Ketua tim satgas penanggulangan covid-19 Kabupaten Tulungagung, Sukaji mengatakan, timnya sedang melakukan tracking siapa saja yang pernah kontak langsung dengan pasien dari Kecamatan Bandung tersebut. Riwayat pasien dengan sebutan 01 itu mengalami gejala seperti covid-19 sepulang dari umroh. Kemudian di rawat di RSUD dr Iskak sebagai pasien dalam pengawasan (PDP). Sepanjang perawatan kondisi fisik pasien sehat, sedangkan hasil lab swab ke BBTKL Surabaya menyatakan negatif sehingga tanggal 23 Maret pasien diizinkan pulang.

“Tapi hasil laboratorium dari Balitbangkes Kemenkas Jakarta baru keluar, Minggu (29/3) sore menunjukkan pasien positif covid-19. Karena dalam kondisi sehat, pasien hanya isolasi mandiri di rumah saja,” ujarnya, Senin (30/3).

Sukaji membantah pasien setelah keluar dari RSUD dr Iskak kabur. Menurutnya, sesuai KTP pasien memang tinggal di Kecamatan Bandung, namun juga memiliki rumah di Kecamatan Jepun Kabupaten Tulungagung. Saat ini, tim satgas mulai melakukan tracking warga yang kontak dengan pasien terutama setelah pulang dari RSUD dr Iskak.

“Tracking baru kami lakukan hari ini karena positif itu. Termasuk tracking terhadap warga yang pernah berkunjung ke rumah pasien setelah pulang umroh,” terangnya.

Pekerjaan tim satgas penanggulangan covid-19 Tulungagung bertambah. Hal itu setelah salah satu warga Kecamatan Ngantru terkonfirmasi positif covid-19 oleh Dinas Kesehatan Kota Batu, Jumat (27/3). Meski tinggal di Kota Batu, warga tersebut pernah berkunjung ke Tulungagung pada 14 Maret 2020 untuk mengikuti hajatan di rumahnya.

“Akan kami lakukan tracking kepada orang yang menjadi kontak erat pasien tersebut. Hasil itu akan menunjukkan apakah ada atau tidak penularan ke kontak erat dan kotak satu rumah,” tambah Sukaji.

Sementara Direktur RSUD dr Iskak Kabupaten Tulungagung, Supriyanto Dharmoredjo menyayangkan lambannya hasil laboratorium dari Balitbangkes Kemenkes. Namun, karena itu sudah menjadi peraturan pemerintah pihaknya akan mengikuti prosedur tersebut. Sedangkan, nasib pasien yang dinyatakan positif setelah pulang dari RSUD dr Iskak, Supriyanto meyakini pasien bisa dipercaya untuk isolasi mandiri di rumah.

“Kondisinya sehat, kami yakin dia akan menjalankan aturan yang telah diterapkan. Kami juga akan melakukan uji laboratorium swab kepada pasien untuk memastikan ini,” terangnya.

Reporter Zayyin multazam sukri
Editor Achmad Saichu