Warga Tolak Proyek Pembangunan Lapak di Oro-Oro Ombo

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Sejumlah warga Jalan Mayang Kembar Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun menolak pembangunan lapak oleh Pemerintah Kota  Madiun. Mereka tidak mau lingkungan disini menjadi kumuh dengan hadirnya lapak berjualan.

“Itu sudah terbukti di Lapangan Demangan, Lapangan Gulun dan Lapangan Kelun,” ujar Titus Tri Wibowo wakil salah satu warga usai audiensi di aula kelurahan setempat, Rabu (16/9).

Kendati demikian, Camat Kartoharjo, Tjatoer Wahjoedianto mengaku akan tetap melanjutkan pembangunan lapak yang menjadi program Pemerintah Kota Madiun.

Namun, masalah keberadaan toilet yang akan dibangun satu paket dengan lapak, akan dialihkan ke Kelurahan setempat dengan pertimbangan kebersihan lingkungan sekitar.

“Warga ini keberatan pembangunan toilet, tidak jadi kita bangun. Nanti dari pengunjung lewat bus wisata maupun gowes yang memerlukan toilet akan dijadikan satu dengan Kelurahan,” jelasnya.

Pihaknya juga berjanji akan menambah perbaikan taman obor yang menjadi icon kelurahan Oro-Oro Ombo.

Baca Juga: Kebijakan Baru untuk Para Peserta SKB

Hasil mediasi yang berlangsung tertutup dengan warga, disepakati   untuk membangun empat lapak, satu galeri untuk pentas seni dan spot foto.

“Pak lurah saya perintahkan untuk kirim surat ke Perkim, untuk membangun taman disitu, taman obor, taman lapak, taman umum,” paparnya.

Baca Juga: Kelurahan Bunulrejo launching Batik Tirto Telogo

Baca Juga: Pasca 6 Warga Positif Covid-19, Dua Desa di Ponorogo Terapkan PSBM

Untuk proyek pembangunan lapak ini, Pemkot Madiun mengalokasikan anggaran Rp 261 juta bersumber dari dana insentif daerah (DID) akan disesuaikan dengan rencana pembangunan.

Reporter: Juremi

Editor: Della Cahaya