Warga Protes Pembangunan Jembatan Pakunden

Share this :

Blitar, koranmemo.com– Puluhan warga Jalan Bogowonto Kelurahan Pakunden Kecamatan Sukorejo Kota Blitar, memprotes pembangunan jembatan di lingkungannya yang dinilai membahayakan pengguna jalan dan pemukiman warga setempat. Aksi protes warga ini dilakukan dengan cara memasang drum yang sudah ditancapi tulisan penolakan pembangunan jembatan tersebut,bahkan diketahui hingga Selasa (8/8) siang aksi protes tersebut tetap berlangsung.

 ” Kami menilai pembangunan jembatan ini terlalu tinggi, sehingga dikawatirkan jika hujan maka akan banjir dan menggenangi rumah warga dan membahayakan pengguna jalan, ” jelas Hendri Susianto (40) warga setempat.

Dari pantauan koranmemo.com di lapangan diketahui  proyek yang diajukan tahun 2016 lalu baru terealisasi pengerjaannya tahun 2017 ini dan  digarap oleh CV milik Hariadi yang beralamatkan di Jalan Bogowonto Kelurahan Pakunden Kecamatan Sukorejo Kota Blitar dengan nilai proyek Rp 188 juta.

” Kami tidak mempermasalahkan proyeknya tetapi kami khawatir saat hujan pasti air akan menggenani rumah warga setempat, terlebih untuk akses kendaraan akan mengalami kesulitan, ” jelasnya.

Mengetahui adanya protes warga tersebut, akhirnya Komisi III  DPRD Kota Blitar, melaksanakan  rapat  dengan Dinas PU  dan hasilnya pihak dewan merekomendasikan surat kepada walikota untuk meminta proyek tersebut direndahkan agar keluhan masyarakat dapat diakomodir.

” Setelah mendengarkan penjelasan dari Dinas PU dan  keluhan dan keberatan dari warga masyarakat sebelumnya, selanjutnya Komisi III akan membuat surat rekomendasi kepada wali kota yang pada intinya agar bangunan jembatan tersebut agak direndahkan sehingga tidak menganggu warga sekitar utamanya pada musim hujan,” ungkap Agus Zunaidi. Selasa (8/8).

Dengan adanya protes warga membuat arus lalu lintas macet dan hanya bisa digunakan jalur buka tutup.

Reporter: A. Prabowo
Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.