Warga Pertanyakan Nasib Pendirian UB

F-TEK1Kediri, Memo-Sudah 4 tahun proses pendirian Universitas Brawijaya (UB) di Kota Kediri, namun masih tak kunjung ada kejelasan. Pendirian kampus UB yang didambakan masyarakat Kota Kediri yang kedepannya dapat membantu perekonomian terutama warga Kelurahan Mrican Kota Kediri kini mempertanyakan nasib pendirian kampus tersebut.

Soewarno, warga JL Saptaargo 58 Kelurahan Mrican Kota Kediri merasa prihatin dengan pendirian UB yang seakan tidak terealisasi tersebut. Pasalnya, sudah 4 tahun rencana pendirian namun tak kunjung ada realisasinya.

“Sebenarnya kejelasannya gimana, apanya yang salah dan siapa yang salah dalam rencana pendirian kampus tersebut,” ungkapnya.

Menurutnya, semenjak Memorandum of Understanding (MoU) pendirian kampus UB pada 1 Desember 2010 lalu telah di follow up lewat persetujuan ganti rugi, tetapi karena banyaknya kerawanan maka sesuai petunjuk Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) agar dilakukan hibah murni pada perjanjian pendirian kampus tersebut.

Namun, ternyata setelah DPRD, Kemendikbud maupun Dirjen Dikti sudah memberi lampu hijau atas perjanjian pendirian kampus UB dengan cara hibah murni, tetapi sampai masa akhir jabatan DPRD Kota Kediri 2 hasil rapat pansus itu belum juga diparipurnakan.

“Sebenarnya dengan berdirinya kampus UB, warga Kota Kediri dengan otomatis akan mendapatkan pengaruh besar seperti lapangan kerja baru sehingga dapat terwujudnya kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara, Jawadi, Kabag Humas Pemkot Kediri mengatakan, dalam waktu dekat ini akan melakukan audensi dengan pihak Dikti Universitas Brawijaya.

“Kami akan melakukan audensi dengan pihak Dikti dan UB Malang untuk membicarakan kelanjutan pendirian kampus UB di Kota Kediri. Kemungkinan setelah audensi akan kita ketahui hasilnya,” ungkapnya.(can)

Follow Untuk Berita Up to Date