Warga Minta Sertipikat Dicabut

Kediri,Koran Memo – Warga Jl Pangrango Kelurahan / Kecamatan Pare Kabupaten Kediri atau yang biasa disebut warga kampung kongan menuntut pembatalan sertipikat tanah atas nama PT Kereta Api Indonesia (KAI). Tuntutan itu disampaikan dalam pertemuan paguyuban desa,Jumat (22/5) sekitar pukul 10.00 WIB. Tuntutan ini disampaikan karena warga merasa mendapat perlakuan tidak adil. Selain itu mereka juga keberatan dengan besarnya sewa yang diterapkan PT KAI terhadap tanah tersebut.

Warga yang berkumpul di paguyuban untuk mendengarkan hasil permohonan pembatalan sertipikat hak pakai (yudha/memo)
Warga yang berkumpul di paguyuban untuk mendengarkan hasil permohonan pembatalan sertipikat hak pakai (yudha/memo)

Retriatmaja M Rudi Widodo,ketua paguyuban desa mempertanyakan dasar penetapan sewa untuk tanah oleh PT KAI. Sebab sesuai sertipikat yang sudah ada tanah tersebut peruntukannya hanya untuk kepentingan PT KAI dan bukan untuk disewakan dengan besaran yang tinggi dan memberatkan warga. Akibatnya warga kesulitan untuk membayar sewa itu. “BPN telah menerbitkan sertipikat hak atas tanah yg merupakan tanah negara dimana disana diberikan hak pakai yang dalam peruntukannya tidak boleh dipakai untuk hal lain selain untuk dipakai PT KAI,ungkapnya.

Warga berharap agar pemerintah memberikan keadilan terhadap masalah itu. Karena warga sudah menempati lahan tersebut selama berpuluh-puluh tahun. Sedangkan warga saat ini merasa terbebani dengan sewa aset yang begitu mahal. Warga juga meminta pada BPN agar mengkaji ulang dan membatalkan sertipikat itu demi keadilan bagi masyarakat. (and)

Follow Untuk Berita Up to Date