Warga Keluhkan Pungli Parkir di Kantor Kejaksaan Ngawi

Ngawi, koranmemo.com-Praktik pungutan liar (pungli) parkir di samping Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi dikeluhkan warga. Pasalnya, warga yang mengantre untuk mengambil denda tilang di Kejari setempat dipungut biaya parkir di luar aturan berlaku.

Untuk kendaraan roda dua, sebesar Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu. “Kami keberatan, ini jelas tidak wajar. Masa parkir motor aja diminta bayar Rp 5 ribu, biasanya cuma Rp 2 ribu,” kata Ika Selfi Septiana Putri salah satu warga pengantre tilang, Jumat (23/2).

Ika menilai, keberadaan  parkir di sekitar gedung Kejari Ngawi, sepertinya hanya dijadikan ajang aji mumpung sekelompok orang, untuk mencari keuntungan berlipat. “Siapa yang tidak keberatan, kan kita sudah membayar denda pelanggaran, ditambah mengeluarkan biaya parkir. Coba saja hitung berapa ribu orang yang antre di sini,” terangnya.

Sesuai pantauan koranmemo.com di l
lokasi menyebutkan, seluruh warga yang memarkirkan kendaraannya di luar gedung Kejari Ngawi dikenai pungutan parkir. Pungutan parkir itu sendiri bervariasi, untuk nomer urut parkir 1 hingga 200 diminta membayar Rp 3 ribu, sedangkan nomer urut parkir 200 ke atas harus membayar sebesar Rp 5 ribu.

Mahalnya tarif parkir juga tidak disertai fasilitas seperti penitipan helm hingga keamanan kendaraan, terbilang cukup rawan, dijajar sedemikian rupa di pinggir jalan Yos Sudarso. “Karcis parkirnya berlogo Kejari, tapi tidak ada nominalnya. Hanya angka urut parkir,” kata Sri Pujiati yang juga pengantri tilang.

Mengetahui hal itu tersebut pihak Kejari Ngawi langsung turun melakukan pengecekan. Wisnu Pratisha Kasi Pidsus Kejari Ngawi langsung mendapati salah seorang juru parkir liar di depan kantor Kejari Ngawi sedang meminta uang parkir sebesar Rp 3 ribu.

Terpisah, Kasi Pidum Kejari Ngawi Hariyono kepada wartawan mengatakan, bahwa parkir tersebut tidak ada kaitannya dengan Kejari Ngawi. “Itu pasti ulah oknum dengan mengatasnamakan Kejari Ngawi untuk mencari keuntungan,” tegasnya.

Hariyono menambahkan, jika pihaknya bakal menindaklanjuti masalah tersebut dan mencari tahu siapa pelaku atau oknum yang membuat parkir liar ini. Kalau pegawai kejaksaan pihaknya bakal melaporkan oknum itu sesuai prosedur yang ada di Korps Adiyaksa.

“Jika orang biasa ya tetap akan kami tindak lanjuti sesuai aturan. Apakah ini pungli atau tidak kami belum bisa memberikan keterangan, akan kami tindak lanjuti dulu,” tandasnya.
Reporter: Dika Abdillah/Juremi
Editor: Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.