Warga Keluhkan Pembangunan IPAL RS Siti Khadijah

Share this :

Sidoarjo, koranmemo.com – Pembangunan Instalasi Pembuangan Air Limbah (Ipal) baru di Rumah Sakit (RS) Siti Khadijah Jalan Sepanjang, Kecamatan Taman, Sidoarjo dikeluhkan warga sekitar .

Salah satunya, H. Jenit mengatakan, pembangunan IPAL di RS. Siti Khadijah Sepanjang tanpa sepengetahuan warga. Mulanya, kata Jenit, pihak rumah sakit sudah mensosialisasikan pembangunan namun hanya pembangunan dinding pembatas.

“Ternyata, didalamnya juga dibangun IPAL. Padahal, Pemberitahuan ke kami (warga) hanya membangun pagar,” ungkap Jenit saat ditemui, Kamis, 6 Juli 2017.

Hal senada juga di sampaikan Ninik (52). Menurutnya rumah yang ditinggali sangat berdekatan dengan rumah sakit yang hanya berjarak 1,5 meter.

“Ada air yang tiba – tiba keluar di halaman rumah. Saya khawatir nanti terjadi kebocoran, kasihan anak cucu saya nantinya,” ungkapnya.

Diakui, sebelumnya pihak rumah sakit sudah meminta izin kepada warga, namun hanya pembangunan pagar. Selain itu, pihaknya juga mengaku belum mendapatkan kompensasi apapun dari rumah sakit.

Pada kesempatan yang sama, Pihak RS. Siti Khadijah membantah pembangunan IPAL tak berizin. Pasalnya, pihak rumah sakit hanya memperbarui IPAL ukuran kecil menjadi IPAL dengan kapasitas besar.

Hal itu disampaikan Wakil Direktur RS. Siti Khadijah Sepanjang, dr. Edim Hartati, SpA, M. Kes. Diungkapkan, pembangunan IPAL secara legalitas sudah memiliki izin. IPAL yang sudah ada sejak dulu, kini hendak diperbarui lagi dengan alasan agar kapasitas daya tampung limbah memadai.

“Mungkin ini ada kesalahpahaman satu atau dua orang warga tentang masalah IPAL. Izin nya sudah kami perbarui sejak 2016,” kata dr. Edim saat ditemui di kantornya, Kamis, 6 Juli 2017.

Menurutnya, sosialisasi pembangunan sudah dilakukan jauh-jauh hari. Termasuk pembangunan pagar untuk melindungi aktifitas warga yang berada di belakang rumah sakit.

“Keberadaan IPAL ini kan diharapkan bisa menghilangkan bau. Justru kalau ada IPAL baunya enggak kemana-mana. Dan tidak dibuang ke sembarang tempat,” katanya.

Menanggapi tanggapan warga, pihaknya tetap akan melanjutkan pembangunan berdasarkan izin yang sudah dikantongi pihak rumah sakit. Bahkan, pihaknya tetap bertanggung jawab jika nantinya pembangunan IPAL yang baru membawa dampak kepada masyarakat.

“Ini rumah sakit Islam, kita juga sering bersosialisasi,  tentunya kami tidak sembarangan dalam membangun, apalagi membawa dampak langsung kepada masyarakat. Silahkan sampaikan pada kami kalau ada keluhan,” tegasnya.

Reporter: Yudhi Ardian

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.