Warga Keluhkan Limbah Dari PG Pesantren

Warga yang menunjukan sungai di Jl Medang Kamulan yang tercemari limbah PG Pesantren (memo/ducan)
Warga yang menunjukan sungai di Jl Medang Kamulan yang tercemari limbah PG Pesantren (memo/ducan)

*Cemari Sungai, Timbulka Bau Tak Sedap

Kediri, Memo- Warga Kelurahan Balowerti tepatnya di Jl Medang Kamulan Kota Kediri belakangan ini kembali mengeluhkan bau tak sedap yang berasal dari sungai yang mengalir di daerah mereka. Bau tak sedap tersebut disinyalir berasal dari aliran sungai yang tercemari limbah PG Pesantren Kota Kediri.

Dari informasi yang dihimpun Memo, sejak 2 tahun silam sungai di Jl Medang Kamulan Kota Kediri memang sudah tercemari limbah dari PG Pesantren Kota Kediri. Dari penelusuran warga dan dinas terkait sungai tersebut teraliri limbah PG Pesantren yang berasal dari sungai Kresek.

Selanjutnya, setelah tahun 2012 lalu karena bau yang sangat menyengat dan mengganggu aktifitas warga sekitar, lantas beberapa warga mengadukan keluhan ke Pemkot Kediri terkait masalah tersebut.

Hasilnya, waktu itu Pemkot bersama dinas terkait dan beberapa warga mengambil contoh air dari sungai yang mengalir di lokasi setempat untuk dilakukan uji laboratorium. Setelah dilakukan tindakan oleh beberapa pihak, menurut warga bau yang sempat mengganggu warga tersebut sedikit demi sedikit hilang.

Namun, belakangan ini masalah tersebut kembali muncul, menyusul berlangsungnya buka giling beberapa waktu lalu yang dilakukan PG Pesantren Kota Kediri.

Seiring dengan berlangsungnya buka giling tersebut, warga Kelurahan Balowerti terutama RT 32 dan RT 31 / RW 8 mulai resah dengan adanya bau tak sedap yang disebabkan dari sungai yang mengalir di Jl Medang Kamulan Kota Kediri karena tercemari limbah PG Pesantren.

Seperti diungkapkan Suprapto (50) ketua RW 8 warga Kelurahan Balowerti Kota Kediri. Dia mengaku kerap kali mendapatkan keluhan dari warganya terkait dengan bau tersebut.

“Dari rapat rutinitas warga Balowerti pada 7 Juni 2014 lalu, banyak warga yang mengeluh atas bau tak sedap yang disebabkan limbah PG Pesantren yang mengalir ke sungai sini,” ungkap Suprapto.

Untuk itu berharap agar pihak PG Pesantren Kota Kediri dapat mengerti keluhan yang dialami warga yang terkena dampak dari pembuangan limbah pabrik. Sebab, bau yang menyengat dan mengganggu tersebut muncul ketika pada malam hari.

“Dulu sudah pernah terjadi pada tahun 2012. Sekarang masalah tersebut kembali terulang setelah buka giling. Dan bau tersebut sangat mengganggu ketika pada malam hari. Pihak PG Pesantren seharusnya tahu dan mengerti masalah yang dialami warga yang terkena dampak tersebut,” imbuhnya.(can)

Follow Untuk Berita Up to Date