Warga Keluhkan Bau Sampah Menyengat dari TPA

Lamongan, koranmemo.com – Beberapa minggu ini bau sampah yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang berlokasi di Desa Tambakrigadung Kecamatan Tikung membuat warga mengeluh. Bahkan, bau menyengat itu terpaksa menjadi ‘santapan’ setiap malam warga sekitaran meski tanpa berfikir panjang akibat daripada itu berdampak bagi kesehatan.

Tak ayal, bau menyengat itu jika dihembus angin, bisa mencapai ratusan meter. Bahkan, warga di Perum Graha Indah serta yang tinggal di wilayah Deket ikut terdampak. Sementara, pihak terkait mengakui jika aroma menyengat itu berasal dari penataan lahan di TPA. Setelah dilakukan penataan, proses bakal dilanjutkan dengan penutupan lahan.

Hal itu dijelaskan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lamongan, Moh Fahrudin Ali Fikri saat memberi keterangan kepada awak media bahwa bau menyengat itu berasal dari TPA, sebab saat ini sedang dilakukan penataan lahan. Setelah proses penataan selesai, kata Fahrudin, akan dilanjutkan penutupan kembali dengan tanah. “Di TPA lagi ada penataan sampah  mas kalo ndak ditata lokasi TPA bisa cepat habis,” jelasnya, Selasa (26/2).

Bau itu, tambahnya, bakal berkurang ketika sudah ditutupi kembali dengan tanah. Diperkirakan, sekitar minggu ini, proses penutupan kembali dengan tanah bakal selesai. Sementara, disebutkan, pihaknya sudah berupaya mengurangi tumbulan sampah dengan menggelar kegiatan 3 R (reduse, reuse dan recycle), meski setiap harinya tumpukan sampah bertambah 2.147 meterkubik.

Dengan 3 R sesuai fakta di lapangan, imbuhnya, bisa mengurangi timbulan sampah hingga 16,72 persen. Disamping dengan meningkatkan fungsi Bank Sampah yang tercatat sudah ada 1.158 unit, sehingga pengelolaan sampah di TPA mampu mengurangi timbulan hingga 83, 28 persen.

Disisi lain, masyarakat Lamongan masih mempertanyakan kinerja pihak terkait. Sebab, persoalan sampah tidak hanya berbulan -bulan namun sudah bertahun -tahun. “Kami sebagai rakyat kecil hanya bisa diam dan menilai dalam hati. Meskipun kowar -kowar, tetap saja persoalan sampah masih menjadi momok masyarakat,” jelas warga sekitar Tambakrigadung yang mengaku mempunyai nama Parmi.

Dikatakan, persoalan bau sampah diakui sejak dulu, sejak sampah pengelolaanya tidak lagi di Dinas Cipta Karya, namun dilimpahkan ke Dinas Lingkungan Hidup. Diapun menyayangkan jika hal itu tidak bisa teratasi. Padahal, pekerjaanya sama, jumlah kuota tenaga kerjanya juga ditambah. “Kami harap pihak terkait harus lebih serius lagi dalam urusan persampahan,” pintanya.

Dia mempertegas kembali pihak terkait untuk melakukan langkah-langkah kongrit, segera mengatasi problem bau sampah. Atau dengan alternatif lain yang perlu dipertimbangkan yakni lokasi TPA harus dipindah jauh dari pemukiman warga. “Warga lain minta ada antisipasi atau mengatasi bahu sampah ini, kalau tidak bisa ya silahkan TPA ini dipindah jauh dari permukiman warga,” desak Parmi.

Repoter Fariz Fahyu

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date