Warga Eks Lokalisasi Minta Kejelasan

Jpeg*Dampak Penjagaan Ditiap Pintu Masuk

Kediri, Memo- Dampak dilakukannya penjagaan sekitar 30 personil dari tim gabungan TNI, Polisi, dan Satpol PP di tiap pintu masuk eks lokalisasi, kini mereka mulai merasakan kehilangan pendapatannya. Untuk itu mereka minta kejelasan terkait alih fungsi.

Sejumlah warga bahkan mengaku mulai kesulitan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Mengingat, sejumlah warga yang tinggal di kawasan tersebut hanya mengandalkan dari usahanya yakni tempat karaoke, warung, toko dan tempat parkir untuk mencukupi kehidupannya.

Suyono (63) Ketua RW 5 Kelurahan Semampir yang juga membuka usaha parkir di lokasi tersebut mengaku kesulitan untuk mencukupi kebutuhannya saat ini. Pasalnya, usai dilakukannya penjagaan oleh pihak Pemkot Kediri usaha yang dimilikinya kini menjadi sepi.

“Kami sebenarnya hanya ingin meminta kejelasan dari Pemkot Kediri terkait ahli fungsi yang akan dilakukan. Kalaupun di rubah menjadi wisata kuliner, maka kami warga eks lokalisasi kedepan akan diberikan ganti rugi seperti apa. Itu yang belum kami tahu,” ungkapnya.

Hal senada diutarakan Mamik (50) warga RT 29 Kelurahan Semampir Kota Kediri, pasca dilakukan penjagaan tersebut tempat usaha karaoke yang ia miliki kini sudah sepi pengunjung.

“Pemkot secepatnya segera melakukan musyawarah dengan seluruh warga eks lokalisasi, tidak perlu dilakukan penjagaan seperti ini, kami sudah tidak punya penghasilan lain selain usaha seperti ini. Kalau ditutup solusinya mari kita lakukan musyawarah,” jelasnya.

Seperti berita sebelumnya, Pemkot Kediri berencana menghentikan prostitusi terselubung yang berada di eks lokalisasi Kelurahan Semampir. Hingga saat ini, Pemkot Kediri sedang mencari solusi untuk mengatasi persoalan sosial yang timbul, pasca penjagaan yang dilakukan.

Terkait hal tersebut, Pemkot Kediri telah mengalokasikan anggaran untuk alih profesi para Pekerja Seks Komersial (PSK) dan mucikari, diantaranya dengan pemberian ketrampilan menjahit. (can)

Follow Untuk Berita Up to Date