Warga Desa Krisik Harus Tetap Waspada

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Warga Desa Krisik, Kecamatan Gandusari harus tetap waspada. Desa yang bersebelahan dengan wilayah Ngantang-Malang ini kerap didera banjir bandang.

Dalam dua minggu ini saja sudah dua kali air bercampur lumpur dan kayu menghantam sarana dan prasarana warga. Mulai rumah, jembatan hingga sawah siap panen. Banjir terakhir terjadi pada Kamis (6/2). Banjir menerjang Dusun Krisik tepatnya di kawasan perbatasan Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang dengan Dusun Krisik Desa Krisik. Peristiwa serupa menimpa Dusun Barurejo.

Informasi yang dihimpun, Kali Lekso yang berada di dusun tersebut meluap membawa material banjir bercampur lumpur dan potongan batang pohon. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.

Akibat banjir satu jembatan semi permanen putus. Jembatan itu merupakan akses warga antar RT yang dipisahkan oleh Kali Lekso. Untuk menyeberang, warga di seberang timur kali harus memutar sejauh kurang lebih tiga kilometer.

Selain itu, Sungai Barakan yang sedang dalam proses normalisasi paska banjir pada Kamis (30/1) pekan lalu, itu juga meluap. Jembatan penghubung antara Dusun Barurejo dengan dukuh Sukorejo pun rusak akibat terjangan banjir. “Kandisi semakin rusak. Rawan roboh jika terjadi banjir lagi,” kata Sekretaris Desa Krisik, Wijianto.

Saat ini jembatan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Untuk kendaraan roda empat seperti truk dilarang untuk melintas Karena kontruksi jembatan sudah rusak. “Sungai barakan selama seminggu terakhir sedang proses normalisasi. Ini sudah diterjang banjir lagi,” katanya.

Banjir juga mengakibatkan satu bangunan rumah rusak. Yakni rumah milik Suyati. Rumah itu tepat barada di pinggir sungai barakan. Akibatnya, dinding dapur jebol dan retak. Sebelumnya, pada Kamis (30/1) lalu rumah Suyati juga terdampak banjir bandang namun tidak sampai rusak.

Sanimin, warga RT 04/01, Dusun Krisik/Desa Krisik, Kecamatan Gandusari mengatakan, Kali lekso yang berada di timur rumahnya itu meluap hingga meluber ke lahan sawahnya yang ditanami jagung.

Akibatnya, lahan seluas satu hektare tersebut terendam material lumpur. Sebagian Tanaman jagung yang akan dipanen itu ludes.

Kepala BPBD Kabupaten Blitar Achmad Cholik mengatakan pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya dalam beberapa minggu ini sejumlah bencana melanda. Yakni tiga peristiwa angin kencang di Desa Lorejo, Kecamatan Bakung, Desa Suruhwadang, Kecamatan Srengat dan Kecamatan Wlingi dua hari lalu.

Sementara bencana banjir bandang yakni di Dusun Barurejo dan Dusun Krisik. Keduanya berada di wilayah Kecamatan Gandusari.

Reporter: Abdul Aziz Wahyudi
Editor: Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date