Warga Desa Jelak Ombo Berlakukan Lockdown, Camat Jombang: Tak Ada Instruksi Karantina Wilayah

Share this :

Jombang, koranmemo.com – Atas inisiatif warga di RT 3/RW 2 Jalan Sultan Agung Desa Jelak Ombo, Kecamatan Jombang, sejak awal Bulan April mulai memberlakukan Lockdown sendiri di lingkungan perumahannya. Hal itu untuk kewaspadaan terhadap penyebaran virus Corona.

Dari pantauan di lokasi, spanduk tulisan Lockdown membentang menutup akses  pintu masuk di depan gapura dengan tertulis ‘Lockdown, RT 3/RW 2 Jelakombo, Jombang’ dan di bawahnya ditambahkan ‘Mohon maaf atas ketidaknyamanannya’. Meskipun masih ada space untuk jalan sepeda motor, namun akses mobil masuk harus tertahan di ruas jalan karena lingkungan perumahan tersebut sedang memberlakukan karantina wilayah.

Diungkapkan Fatoni selaku Ketua RT setempat, tindakan ini sebagai kewaspadaan warga atas inisiatif membatasi orang lain masuk di lingkungannya, dan juga menjaga agar steril sehingga tidak ada penyebaran virus Covid-19. Kemudian, bila ada tamu yang datang wajib lapor ke RT.

“Untuk pemasangan ini hanya inisiatif warga saja setelah rapat dengan tokoh masyarakat sekitar untuk mengimbau tidak sembarangan warga masuk. Jika ada warga dari luar kota harus izin terlebih dahulu kepada RT, lagipula jumlah warga di sini sedikit, kurang lebih ada 35 KK (kartu keluarga),” ungkapnya saat diwawancarai di kediamannya, Rabu (1/4) siang.

Dikatakan, sejauh ini baru ada 2 orang yang sudah melaporkan kepadanya, pertama warga setempat tapi bekerja di Kediri dan kedua dari Bekasi Timur. Kedua warga tersebut, sudah dilaporkan ke Desa.

“Dengan kedatangan 2 orang yang sudah melaporkan ke kita, tentunya kita tetap mengimbaukan agar tetap melakukan isolasi mandiri di rumah. Karena kemarin izin ke saya dan diizinkan lagi pula tidak ada larangan untuk pulang, tapi nanti harus isolasi diri,” imbuhnya.

Menanggapi adanya kampung Lockdown di wilayah Kecamatannya, Muhdlor, Camat Jombang mengatakan, mulai dari Bupati dan Wakil Bupati sampai ke Camat hingga Desa tidak pernah memberikan saran masukan terkait hal itu. Apalagi instruksi untuk karantina wilayah juga sampai saat ini belum pernah ada baik tertulis ataupun lisan.

“Tidak pernah kita menginstruksikan untuk karantina wilayah, saat ini kami belum mengetahui secara persis karantina wilayah itu di desa mana. Kalau pun telah terjadi hal yang semacam itu, kami akan memberikan masukkan ke Kepala Desa atau Lurahnya untuk menghentikan, karena itu tidak menyelesaikan masalah. Boleh siaga ataupun hati-hati waspada terkait virus Corona, akan tetapi tidak berlebihan seperti itu,” paparnya.

Terlebih, meskipun ada satu warga yang kini ada seorang yang positif di Kecamatannya, pihaknya sudah dilakukan isolasi mandiri. Tetap dalam pantauan itu, kepala RT, tokoh masyarakat, tokoh agama untuk memberikan saran, masukan, ke depannya untuk berhati-hati di dalam berkomunikasi, dan semuanya menjadi protap dari protokol Kesehatan.

“Tidak perlu takut, karena yang bersangkutan kini kondisinya sudah membaik tidak seperti ketika kita pantau di Rumah Sakit Jombang. Tapi jika wilayah ini malah dianggap bahaya, kita sebenarnya cukup dengan mencuci tangan saja itu sudah menyelesaikan masalah memang, tetapi kan karena faktor kehati-hatian, perlu ada ekstra memang, untuk memakai masker, penyemprotan dan sebagainya,” jelasnya.

Selain itu pihaknya tetap memakai langkah-langkah kegiatan melalui grup whatsapp dan terus tidak henti-hentinya untuk terus berkomunikasi dengan kepala desa maupun lurah untuk terus memberikan pendampingan kepada masyarakat agar tidak terlalu berlebihan, mengatasu ketakutannya.  Namun tetap waspada, tetap hati-hati untuk memberikan upaya pendidikan bagi dimasyarakat untuk mencuci tangan menggunakan pola hidup bersih dengan mencuci tangan.

“Termasuk edukasi itu memang yang harus kita sampaikan di masyarakat, bahwa orang yang terjangkit virus Corona, bukan sesuatu hal yang perlu malu karena ini bukan aib, dan bukan sesuatu yang sangat jelek tapi memang ini sebuah virus yang harus kita hadapi bersama dengan pola pikir dewasa,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Editor Achmad Saichu