Warga Cuek Keberadaan Pabrik

Share this :

PG Meritjan Ditutup?

Kediri, koranmemo.com-  Warga sekitar PG Meritjan rupanya tidak ambil pusing perihal kabar penutupan PG tersebut. Kebanyakan dari mereka, terutama pedagang berpendapat buka atau tidaknya PG tidak akan mempengaruhi kehidupan mereka di sektor ekonomi.

Salah satunya Pujianto, warga Jalan PG. Meritjan Desa Jongbiru Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri yang sehari-hari berdagang es. Dia mengatakan, tutupnya PG Meritjan tidak berpengaruh dengan dagangannya karena yang berpengaruh justru jembatannya. Jika jembatan itu ditutup seperti tahun lalu, baru ada pengaruhnya. “Untungnya jembatan bukan lagi di bawah naungan PG Meritjan tapi sudah menjadi haknya Pemerintah Kabupaten Kediri, jadi jika PG tutup, jembatan tidak akan ikut ditutup atau dibongkar,” ujar Pujianto.

Pujianto menambahkan, selain itu selama menjadi warga di sana, dia tidak pernah mendapat kompensasi berupa sembako dari PG. Padahal dulu pihak PG mengatakan warga sekitar PG Meritjan radius 1 kilometer mendapat kompensasi. “Buktinya sampai sekarang tak pernah mendapat sedikitpun,” ungkap Pujianto.

Pendapat yang sama juga diungkapkan oleh Sunarti, warga Dusun Templek, Kelurahan Mrican Kota Kediri. Ditutupya PG Meritjan tidak berpengaruh juga pada perekonomian keluarga. Dia bercerita, meskipun suaminya telah bekerja disana lebih dari 25 tahun, sekarang penghasilannya juga tidak mengalami perubahan. “Itu dikarenakan sekarang semua karyawan diberlakukan sistem outsourching sejak 3 tahun lalu, jadi gaji karyawan jumlahnya sama antara yang lama dan karyawan baru” kata Sunarti.

Sunarti mengatakan, suaminya bekerja secara kontrak selama 6 bulan sekali dalam setahun, setelah itu mencari kerja serabutan lainnya di 6 bulan berikutnya. Itupun jika di dipanggil lagi oleh pihak PG Meritjan untuk perpanjangan kontrak. ”Seumpama ada pekerjaan lain ya mau keluar saja sebaiknya, tapi untuk sekarang ya diterima apa adanya dulu seperti sekarang” jelas Sunarti. (dha)

 

Follow Untuk Berita Up to Date