Walikota Kediri Hadiri Pengajian Haflah Akhirussanah

Share this :

Kediri, Koranmemo.com- Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1438 H, pengajian rutin Jam’iyah Muhalilin dan Jam’iyah Mar’atus sholihah menggelar pengajian Haflah Akhirussanah bertempat di halaman rumah Ibu Mistiani Kelurahan Tamanan RT 05 RW 02, Kamis (11/5) malam.

Acara pengajian umum yang dihadiri ratusan jamaah tersebut menghadirkan mubaligh K.H. Lukman Safi’i dari Blitar.

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar yang turut hadir dalam acara tersebut dalam sambutannya menyampaikan bahwa seperti tahun-tahun sebelumnya Pemerintah Kota Kediri ketika bulan Ramadan akan mengadakan operasi pasar yang bertujuan untuk membantu masyarakat agar dapat membeli kebutuhan sehari-hari dengan harga yang murah.

“Sekitar 15 hari sebelum bulan Ramadan saya ingin menyampaikan kepada ibu-ibu belanjanya saya minta seperlunya saja, jangan berlebihan. Supaya inflasi di Kota Kediri tidak naik. Saya dan Pemkot Kediri sudah menyiapkan supaya harganya tidak naik, termasuk ketika ramadhan nanti kita akan membuka pasar murah seperti biasanya. Kita akan menyiapkan barang-barang kebutuhan yang dapat dibeli dengan harga murah,” ungkapnya.

Orang nomer satu di Kota Kediri tersebut juga menyampaikan tentang perubahan perilaku anak-anak jaman sekarang sebagai akibat dari perkembangan jaman. Untuk itu Mas Abu berpesan kepada para orang tua agar mengajak  anaknya ke masjid.

“Sekarang jamannya sudah berubah, saya titip anak-anak kita kalau bisa dimasukkan ke mushola atau masjid. Karena jujur, anak-anak kita sekarang ilmu agamanya kurang. Jadi yang paling baik monggo kita masukkan anak-anak kita ke masjid. Supaya anak-anak kita belajar mengaji, berdoa dan lain-lain. Saya yakin kalau anak-anak kita dekat dengan masjid akan menjadi anak yang bermental baja, bukan hanya pintar tapi juga sholih dan sholihah.

Saat Ramadhan tahun lalu saya keliling masjid. Banyak anak-anak yang lari-lari di masjid. Jangan dimarahi, kalau dimarahi nanti kapok tidak mau datang ke masjid lagi kita yang susah, tidak apa-apa diarahkan saja. Mudah-mudahan masjid-masjid di Kota Kediri nyaman untuk anak-anak kita semua,” lanjut Mas Abu.

Tidak hanya pendidikan di sekolah-sekolah yang bagus dan maju, Mas Abu juga menginginkan pendidikan diniyah di Kota Kediri lebih diperkuat untuk membekali ilmu agama sebagai bekal kehidupan bagi anak-anak di masa mendatang.

“Di Kota Kediri pendidikannya alhamdulillah sudah bagus, tapi kita ingin pendidikan diniyah yang kita perkuat. Yaitu pendidikan di mushola dan masjid. Kalau ingin putra putrinya sukses, agamanya harus kuat. Jangan dibiasakan memanjakan anak.biarkan anak-anak kita melesaikan tugasnya, supaya mereka biasa ditempa dan menjadi anak yang tangguh, hebat dan lebih matang,” pesan Mas Abu.

Pentingnya pendidikan agama bagi anak-anak juga ditekankan oleh K.H. Lukman Safi’i. Dalam tausiyahnya mubaligh asal Blitar tersebut menyampaikan kepada para jamaah agar sebagai orang tua senantiasa mendidik anak-anaknya sesuai dengan kaidah-kaidah agama islam.  “Anak itu dapat jadi kebanggaan untuk kita. Karena ketika kita meninggal kebaikan anak menjadi kebaikan orang tua. Silahkan putra-putri panjenengan di sekolahkan setinggi-tingginya. Tapi jangan sampai meninggalkan agama,” tandasnya.

Di akhir tausiyahnya, K.H. Lukman Safi’i menyampaikan bahwa bulan Ramadan adalah bulan yang istimewa yang dapat melatih umat islam menjadi umat yang bertakwa. “Allah menjadikan bulan ramadhan supaya kita terbiasa melakukan kebaikan. Sehingga setelah bulan Ramadan kita terbiasa berbuat kebaikan.  Maka Ramadan yang akan datang ini harus kita manfaatkan untuk melatih diri kita selama 30 hari melakukan kebaikan-kebaikan. Sehingga 11 bulan setelahnya kita tetap terbiasa melakukan kebaikan-kebaikan.”

Reporter :Canda Adisurya

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.