Wali Kota Tinjau Inovasi Sehat Ramah Lingkungan SMAN 5 Malang Hadapi Kebiasaan Baru

Share this :

Malang, koranmemo.com – Wali Kota Malang, Sutiaji meninjau langsung kesiapan SMAN 5 Malang dalam menghadapi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Rabu (29/7). SMAN 5 Malang menghadirkan 9 inovasi ramah lingkungan yang dikembangkan oleh siswa.

Diva Try, siswa SMAN 5 Malang, memaparkan, inovasi tersebut diantaranya, BaSi (Baterai Sirih) yaitu sumber energi alternatif yang dapat menggantikan grafit dalam baterai dengan bahan yang ramah lingkungan. C’luwek (C’luwek Adsorben Jelantah) yaitu pemanfaatan limbah cangkang kluwek untuk menurunkan kadar asam lemak bebas dalam minyak goreng.

Sobur (Biodegradable dari fases Sapi) berbahan fases sapi yang dikembangkan untuk menghasilkan biodegradabel plastik. Hansohe (Hand Soap Jelantah) pemanfaatan minyak goreng bekas menjadi sabun. Handsanitizer alami dari aloefera dan alkohol untuk menetralisir bakteri.

Box Masker yaitu masker 3 lapis yang dapat mencegah paparan virus. Tercapow (Termal Cattapa Powerbank) yaitu powerbank alternatif dari paduan blimbing dan bubuk cattapa. Ebaco yaitu batako berbahan pokok bener bekas yang dipadu dengan cangkan telur, paris dan semen.

“Dan yang terakhir Simas (Sirih Matic Sprey) inovasi sprey otomatis dengan bahan sirih, aquades dan alkohol. Simas ini masih dikembangkan untuk nanti digunakan di ruang kelas kami. Dengan harapan dapat mengurangi paparan bakteri,” tuturnya.

Wali Kota Malang, Sutiaji, mengapresiasi inovasi yang dihasilkan SMAN 5 Malang dan meminta perlu pengembangan yang dapat menghadirkan solusi untuk masyarakat luas.

“Malang kedepan akan menguatkan herbal. Jadi ada di sekitaran kita yang tentu mampu kita manfaatkan untuk menjaga imun kita. Tolong Pak (Kepala Sekolah), satu saja. Dan nati kita produksi besar-besaran. Mengangkat kearifan lokal dengan herbal dan nanti akan kita kuatkan bersama-sama,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sutiaji juga memberikan sosialisasi kepada siswa SMAN 5 Malang tentang pemahaman dan pencegahan Covid-19. Sekolah diminta memberikan pemahaman kepada siswa yang nantinya siswa dapat menyalurkan ke keluarga dan masyarakat sekitar.

Reporter Mokhamad Sholeh
Editor Achmad Saichu