Wali Kota Surabaya: Wisma Persebaya, Lahan TVRI dan Unmer Harus ada Pelaporan

Surabaya, koranmemo.com – Wisma Persebaya yang terletak di Jalan Karanggayam No. 1 Surabaya, merupakan salah satu aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang harus dilaporkan penggunaan dan keuangannya kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam keterangan Konferensi Pers di ruang kerjanya menjelaskan, setiap tahun Pemkot Surabaya diminta pelaporan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait penggunaan aset. dan laporan itu bukan hanya menyangkut aset Wisma Persebaya. Tapi juga beberapa aset lain yang dimiliki pemkot. Seperti halnya lahan yang digunakan TVRI dan Universitas Merdeka (UNMER) Surabaya.

“Pengamanan aset sudah menjadi salah satu kewajiban pemerintah kota (Pemkot). Makanya kita ingin menyelamatkan aset itu. Hingga juga kami tidak kepingin teman-teman Persebaya tidak punya tempat untuk itu, tapi saya juga mau bersikap adil,” kata Wali Kota Tri Rismaharini, Jum’at (17/5).

Kendati demikian, Wali Kota Risma menjelaskan dalam 3 (tiga) tahun terakhir, izin penggunaan Wisma Persebaya sudah berakhir. Namun, hingga Selasa, (14/5) wisma ini masih digunakan oleh Persebaya. Karena itu, pada Rabu, (15/5) Pemkot Surabaya bersama kejaksaan dan kepolisian melakukan penyelamatan aset tersebut.

“Artinya bukan hanya dengan Persebaya, ada pasar-pasar juga dan BPK turun sendiri itu, nanti kita bicarakan soal bagaimana kegunaan berikutnya,” ujarnya.

Dijelaskan selain Wisma Persebaya, Pemkot Surabaya juga berupaya untuk mengamankan aset-aset lain yang saat ini masih digunakan pihak luar. Seperti pasar-pasar, lahan TVRI yang berada di Jalan Mayjend Sungkono Surabaya dan Universitas Merdeka (UNMER).

“Ini nanti yang kolam renang bagian dari Unmer. Dulu pernah digunakan Unmer, terus kita ambil sebagian untuk kolam renang itu,” terang Risma.

Namun begitu, Wali Kota Surabaya menegaskan, bahwa pengamanan Wisma Persebaya bukan keinginan dari Pemkot Surabaya. Melainkan kewajiban yang harus dilakukan pemkot, karena laporan keuangan aset menjadi tanggung jawab yang harus dilaporkan kepada BPK.

“Tapi yang paling penting adalah itu bukan (keinginan) kami. Ngapain aku bangun lapangan olahraga begitu banyak. Bahkan ini saya minta ada U9, U13 dan U15 untuk olahraga badminton supaya kembali,” jelas Tri Rismaharini.

Wali kota kelahiran Kediri ini mengungkapkan selain bidang olahraga sepak bola, di Surabaya terdapat berbagai cabang olahraga lain yang memiliki segudang prestasi. Karena itu, ia berharap, ke depan Surabaya tidak hanya mampu berprestasi pada cabang sepak bola saja, tapi pada olahraga lain. Ia mencontohkan salah satunya adalah klub basket CLS Knights yang baru saja meraih juara 1 ajang ASEAN Basketball League (ABL) 2019 di Singapura.

“Jadi artinya bisa itu, aku kepingin bukan hanya sepak bola, tapi badminton, basket, dan volly. Jadi saya kepingin itu, ada umur berapa-berapa saja untuk seluruh olahraga,” kata Risma.

Reporter M Fauzi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date