Wali Kota Risma Kukuhkan 100 Anggota Paskibra 

Surabaya, koranmemo.com – Sebanyak 100 pelajar pilihan telah dikukuhkan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebagai pasukan pengibar bendera  (Paskibra) Kota Surabaya tahun 2019. Pada pengukuhan tersebut Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini memberikan mandat kepada para pelajar pilihan sebagai petugas upacara HUT ke-74 RI, pada 17 Agustus mendatang.

Wali kota menyampaikan selamat atas terpilihnya sebagai anggota Paskibra tahun 2019. Para pelajar itu dipilih dari tahap seleksi ribuan peserta, mulai sekolah SMA sederajat se-Kota Surabaya sejak beberapa bulan lalu. Setelah itu, lanjutnya melalui beberapa seleksi, maka lahirlah sebanyak 100 Paskibra mengikuti latihan intens.

“Kami berpesan, kalian anak-anakku merupakan orang beruntung bisa mendapat kesempatan ini karena, dari ribuan peserta iingin seperti kalian semuanya sekarang. Jadi, ini kesempatan membuktikan yang terbaik untuk bumi nusantara tercinta di Kota Surabaya,” ujar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Jum’at (16/8).

Menurut Wali Kota Risma, pembuktian kecintaan pada negara itu bisa melalui berbagai cara. Ya termasuk dalam pengibaran bendera sang saka merah putih di HUT ke-74 RI. Tapi, pengibaran bendera tersebut menurutnya, tidaklah hanya sebatas menaikkan kain berwarna merah dan putih saja, melainkan esensi atas perjuangan para pahlawan inilah membuat Indonesia merdeka.

“Kami sampaikan, banyak sekali pahlawan kita yang gugur karena ingin mengubah bendera merah putih biru menjadi merah putih saja. Padahal itu risiko sangat besar sekali, tetapi mereka ialah pahlawan dengan berani melakukannya, bahkan tidak peduli nyawa pun sebagai taruhannya,” terangnya.

Perjuangan Paskibra, katanya tidak berhenti setelah upacara berakhir. Namun, lanjutnya, setelah upacara masih banyak yang harus dilakukan untuk pembuktian kecintaan pada negeri melalui prestasi yang harus dicapai.

“Anak-anak ini berhak berhasil. Dan wajib diingat, kalau pejuang dulu kala dengan susah payah membuat Indonesia Merdeka. Kita harus menjaga kemerdekaan ini. Buat bangga orangtua, guru, dan bumi tercinta nusantara,” tegas Wali Kota Risma kepada koranmemo.com.

Wali Kota Surabaya berpesan  kepada mereka agar tidak meninggalkan kebiasaan selama menjalani pelatihan di karantina. Sebab, selama berada di karantina, mereka diajarkan lebih displin, dan dibekali pengetahuan cinta kebangsaan. Selain itu juga kebiasaan yang dilakukan saat di karantina dapat ditularkan kepada teman dan saudara.

“Setelah kembali ke rumah masing-masing, kami berharap kebiasaan yang sudah diajarkan tetap kalian lakukan, dan tularkan kedisiplinan pada sekitarnya,” pesan Tri Rismaharini.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Kota Surabaya, Eddy Christijanto menuturkan, persiapan 100 pelajar Paskibra ini kurang lebih memakan waktu dua minggu untuk latihan intens. Sebelum masuk ke dua minggu, peserta juga ada pelatihan pra selama empat hari berturut-turut. “Kami karantina selama empat hari dari tanggal 14 sampai 17 Agustus usai upacara,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa, tujuan karantina supaya mereka anak-anak lebih fokus untuk latihan dan menjaga daya tahan tubuh agar tidak drop. “Ya mulai pola makan, tidur dan latihan harus diperhatikan, benar ini dijaga sehingga saat pengibaran bendera tidak terjadi hal yang tidak dinginkan,” tuturnya.

Selama karantina berlangsung Eddy menambahkan, peserta Paskibra dibekali materi berupa wawasan kebangsaan, perjuangan dari Veteran, TNI, dan organisasi pemuda. Hal demikian tujuannya sebagai bentuk cinta pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) “Mereka kita tanamkan karena, pemuda inilah yang akan menyelamatkan negara kedepan dan mampu jadi sebuah perubahan di masa mendatang,” tukasnya.

Reporter: M Fauzi
Editor     : Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date