Wali Kota Kediri: Sampling Tes Covid-19 Hanya Disampaikan Saat Swab

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Beberapa kali melakukan sampling ke titik keramaian, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Kediri hanya akan diumumkan ketika warga harus melalui tes swab. Selain memberikan keterangan mengenai hasil sampling, Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar menyampaikan, kasus konfirmasi di wilayahnya bertambah 1 dari Kelurahan Blabak Kota Kediri.

“Hari ini tanggal 22 Mei 2020, ada tambahan kasus konfirmasi positif yakni, dari kelurahan Blabak Kecamatan Pesantren, masih termasuk klaster Pabrik Rokok Tulungagung.” jalas Wali Kota Kediri melalui akun instagram @abdullah_abe, Jumat (22/5).

Dengan tambahan ini dia meminta agar masyarakat tetap mematuhi anjuran pemerintah dan menerapkan protokol kesehatan. “Untuk itu saya mengajak warga kota Kediri untuk berhati-hati, kalau keluar rumah harus menggunakan masker cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer. Kemanapun harus mengingat protokol kesehatan,” imbuhnya.

Sementara itu sebelumnya, Wali Kota Kediri menjelaskan setelah melakukan sampling di Golden Swalayan dan Warung Gunung, Senin (18/5) kemarin, berselang beberapa hari yakni, Rabu (20/5) GTPP COVID-19 Kota Kediri melakukan sampling lagi pada 2 tempat. Diantaranya Kediri Town Square mengambil 17 sampel darah dan AWW toko baju yang berada di Kelurahan Banjarmlati dengan mengambil 9 sampel darah.

Namun sampai saat ini hasil sampling yang di tes cepat (rapid test) tidak diumumkan atau hanya untuk bahan monitoring dan evaluasi GTPP COVID-19 Kota Kediri saja. Mas Abu sapaan akrab Wali Kota Kediri sebelumnya mengakui jika pada sampling Golden Swalayan dan Warung Gunung (Wagu) terdapat 4 reaktif tes cepat namun hasilnya samar. “Pertama rapid test memang reaktif, tapi setelah kami coba membawa sampel ke labkesda dan dites ulang menggunakan alat yang berbeda hasilnya negatif,” katanya.

Mengenai sampling lanjutan ini, Juru Bicara GTPP COVID-19 Kota Kediri, dr Fauzan menyebut sampling pada hari ke-2 dilakukan di labkesda yang terakreditas nasional agar bisa dipertanggungjawabkan. Menurutnya secara umum tes cepat sebenarnya hanya melihat reaksi antibodi tubuh yang muncul karena adanya virus. Tapi tidak mendeteksi secara spesifik virus yang terkandung di dalam tubuh. “Memang untuk mengetahui harus dilakukan swab terlebih dahulu,” katanya saat mengikuti sesi jumpa pers melalui video konferensi, Jumat (22/5).

Sementara itu mengenai kasus konfirmasi Kediri Kota 28 tepatnya berada di RT 04 RW 01. Kasus konfirmasi merupakan OTG dan sedang diisolasi mandiri di rumah. Sedangkan di RSUD Kilisuci yang khusus merawat warga Kota Kediri ada sebanyak 5 OTG yang sedang dirawat di sana.

Reporter : Dhita Septiadarma

Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date