Wali Kota Kediri Berharap Film “Pekik Sunyi Kemerdekaan” Menginspirasi Sineas Kota Kediri

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengapresiasi Film “Pekik Sunyi Kemerdekaan” yang mewakili Kota Kediri berhasil menjadi salah satu dari 26 finalis Lomba Rayakan Kemerdekaan yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Film ini berhasil terpilih dari kurang lebih 2000 film yang mendaftar. Selasa (15/9), Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menyaksikan melalui daring pengumuman pemenang Lomba Rayakan Kemerdekaan di Ruang Joyoboyo Balaikota Kediri. Walikota Kediri didampingi Kepala Disbudparpora Kota Kediri Nur Muhyar, Pembuat Film Pekik Sunyi Kemerdekaan Danu Sukendro dan perwakilan dari Gerkatin.

Abdullah Abu Bakar melihat Film Pekik Sunyi Kemerdekaan ini sangat menarik karena memiliki sudut pandang berbeda dari film lainnya. “Saya sempat kaget sekali terhadap film ini karena mengambil peran dari teman-teman Gerkatin yang benar-benar mereka ingin bernyanyi dengan gerakan yang ingin menunjukkan mereka cinta dengan negaranya. Sebagai orang awam saya melihatnya seperti itu. Ternyata _Alhamdulillah_ film ini dapat dikurasi dari 2000 film bisa masuk ke 26 peserta. Ini sangat luar biasa. Meskipun belum berkesempatan menjadi pemenang. Tapi film ini menyentuh di hati dan saya belum pernah melihat film ini,” ujarnya.

Walikota yang akrab disapa Mas Abu ini berharap dengan adanya film ini menjadi semangat bagi sineas-sineas Kota Kediri untuk bisa membuat karya-karya yang keren. “Saya senang ada film yg sangat bagus dari Kota Kediri dan Pemerintah Kota Kediri bisa mewadahinya. _Relate_ aja bikin iklan bagus film bagus. Ada film Pekik Sunyi Kemerdekaan dan ada film Tilik juga yang unik. Lalu kemarin juga kedatangan Yowis Ben yang bisa menjadi inspirasi. Semoga film ini bisa dilihat beberapa juta orang.  Mudah-mudahan Kemenparekraf bisa mengadakan dan kita bisa ikut lagi,” harapnya.

Sutradara film Pekik Sunyi Kemerdekaan Danu Sukendro mengungkapkan dari film ini ada pesan yang ingin disampaikan bahwa cinta tanah air tidak dibatasi. Cinta tanah air itu tidak hanya milik masyarakat secara umum. Tapi juga dimiliki oleh temen disabilitas yang notabene diberikan kekurangan dan keterbatasan. “Disatu sisi ternyata ada hal yang tidak kita ketahui. Mereka bisa menyanyikan Lagu Indonesia Raya dengan caranya sendiri. Bisa membaca proklamasi dengan caranya sendiri. Paling tidak itu bisa menjadi cambuk bagi masyarakat umum. Teman-teman yang punya kekurangan bisa hafal. Gimana dengan masyarakat yang lain,” ungkapnya.

Danu juga menyampaikan apresiasnya bagi Pemerintah Kota Kediri yang memberikan wadah bagi anak-anak muda Kota Kediri untuk berkarya. Dengan mengadakan secara rutin lomba film pendek harmoni, lomba foto dan lomba video. “Itu sangat luar biasa. Mungkin perlu ditingkatkan lagi. Kemarin Kota Kediri juga membuat lomba film yang diputer di bioskop. Itu bagus. Saya kira melalui lomba-lomba bisa mengumpulkan talenta muda Kota Kediri,” pungkasnya.

Editor Achmad Saichu