Wali Kota Kediri Ajak Semua Lapisan Bekerjasama Atasi Permasalahan

Share this :

Resmikan Rumah Aman Bagi Korban Kekerasan

Kediri, koranmemo.com – Memecahkan permasalahan kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi sebuah hal yang kompleks dengan membutuhkan bantuan berbagai pihak untuk menyelesaikannya. Karena itu,  Pemerintah Kota Kediri akan sangat terbantu dengan adanya lembaga atau yayasan yang bisa menjadi pengenah antara berbagai pihak. Apresiasi ini diberikan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dengan meresmikan langsung Yayasan Rodiyah yang bergerak pada perlindungan perempuan dan anak di Perum Wilis Indah II Blok Raya No. 46 RT 04/06 Kelurahan Pojok.

Saat memberikan sambutan, Mas Abu, sapaan akrab Wali Kota Kediri menyampaikan jika beberapa waktu yang lalu yayasan yang baru saja berdiri ini melakukan audiensi untuk menyampaikan gagasan yayasan. Dan ketika mendengar gagasan tersebut, orang nomor satu di Kota Kediri tersebut mengaku senang dengan adanya perhatian pada permasalahan tersebut.

“Saya cukup kaget, karena ada sebuah yayasan yang ingin bertemu saya dan menyampaikan gagasan yang sangat luar biasa. Yayasan Rodhiyah ini akan menjadi safe house, rumah aman. Itu biasanya kalau ada kekerasan terhadap perempuan, laki-laki maupun anak-anak. Ini mereka kalau mau kembali ke rumahnya ini akan terasa sulit. Biasanya ditempatkan di rumah aman dulu untuk memulihkan kondisi psikisnya,” ujar Mas Abu.

Wali kota yang berlatar belakang pengusaha ini juga menjelaskan bila semua anak yang ada di Kota Kediri adalah anak kita. Karena itu,  bagi masyarakat yang menemukan hal yang janggal, diimbau agar sesegera mungkin  melakukan upaya. Jangan hanya tak acuh terhadap apa yang terjadi di sekeliling.

“Mereka ini tidak punya salah, akal mereka saja yang belum lengkap. Mereka ini hanya tersesat. Banyak kok yang kecilnya nakal tapi besarnya bisa sukses, itu banyak. Kita harus gerak merangkul mereka agar mereka bisa jadi baik meraih cita citanya. Agar mereka tidak tersesat lebih jauh,” ujarnya.

Mas Abu menambahkan, kendati menemui anak yang masa kecilnya tidak begitu terarah orang yang lebih tua atau sebaya mereka tidak seharusnya meremehkan mereka. Sebab masa depan anak yang masih sangat panjang dan nasib yang bisa dirubah bisa saja berbalik dan menumbuhkan anak tersebut menjadi orang yang berguna bagi banyak orang.

“Saya juga dulu pernah diremehkan, saya bukan orang yang pintar tapi mau belajar. Untungnya saya punya banyak teman. Buka usaha jatuh dihina orang, buka lagi lainnya jatuh lagi. Ditipu orang berkali kali. Tapi kalau sudah diuji berkali-kali biasanya itu mau diangkat sama Tuhan, jadi harus sabar. Intinya anak-anak, siapapun itu jangan diremehkan, kita harus membesarkan mereka,” ujarnya.

Terakhir, Mas Abu berharap semoga kedepannya, Yayasan Rodhiyah bisa semakin bagus lagi. “Mudah-mudahan rumah aman ini bisa melindungi anak-anak, mungkin kekerasan terhadap perempuan juga. Supaya psikologi mereka bisa kembali lagi. Karena masalah ini adalah masalah kita bersama maka saya harap semua instasi baik kepolisian, TNI, pemerintah, dan masyarakat saling membantu,” ujarnya.

Sementara itu, Rodhiyah sebagai Ketua Yayasan Rodhiyah menyampaikan bahwa para pekerja sosial yang tergabung dalam yayasan tersebut mengabdi secara sukarela tanpa digaji. Disampaikan pula, saat ini Rumah Aman menangani pasien usia 18 tahun ke bawah. Dari 29 pasien yang ditangani, 5 di antaranya tinggal di Rumah Aman.

Yayasan ini dibangun setelah melihat masih banyaknya permasalahan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang mungkin tidak dapat ditangani oleh pihak berwajib maupun pihak berwenang. Maka dari itu yayasan ini muncul untuk memberikan pelayanan khusus pada penyitas atau korban kekerasan.

Turut hadir di acara ini, Forkopimka Kecamatan Mojoroto, Pengurus Yayasan Rumah Aman Rodhiyah Kota Kediri beserta anggota, Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kota Kediri Apip Permana dan Kepala Kelurahan Pojok Erly Maya Muryati.(adv/pemkotkediri)

Reporter : Dhita Septiadarma

Editor : Della Cahaya