Wali Kota Blitar dan Bupati Tulungagung Non Aktif Masuk DPO

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Penangkapan 5 orang yang yang terjaring OTT dari KPK merembet ke pejabat di Kota Blitar dan Kabupaten Tulungagung.  Informasi yang didapat dari rilis KPK yang disampaikan Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang menjelaskan, informasi dari masyarakat tersebut langsung ditindaklanjuti KPK dengan mengecek dan melakukan serangkaian penyelidikan di lapangan.

Saut mengatakan, pihaknya sudah menetapkan 6 tersangka dalam kasus suap tersebut. Untuk perkara di Kabupaten Tulungagung, ada 3 orang yakni Bupati Tulungagung non aktif, Syahri Mulyo (SM), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung, Sutrisno, dan pihak swasta, Agung Prayitno.

Sementara, di Kota Blitar, ada dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni Wali Kota Blitar, M. Samanhudi Anwar (MSA) dan pihak swasta, Bambang Purnomo (BP).  Kelima orang tersebut diduga sebagai penerima suap, sedangkan satu tersangka lagi, yakni Susilo Prabowo (SP) diduga sebagai pemberi suap di kedua daerah tersebut.

Fee untuk SM diduga diberikan SP melalui  AP sebesar Rp 1 miliar, terkait proyek-proyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung,” kata Saut.

Saut mengatakan,  pemberian ini duduga adalah pemberian ketiga di mana sebelumnya Bupati Tulungagung diduga telah menerima pemberian pertama sebesar Rp 500 juta dan pemberian kedua sebesar Rp 1 miliar. “Tersangka SP adalah salah satu kontraktor yang kerap memenangkan proyek-proyek di Pemkab Tulungagung dan Blitar sejak 2014 hingga 2018,” ungkap Saut.

Sedangkan untuk Wali Kota Blitar, SP memberikan fee sebesar Rp 1,5 miliar untuk pembangunan SMP negeri di Kota Blitar, dengan nilai kontrak Rp 23 miliar.  Angka itu diduga merupakan 8 persen dari total 10 persen yang seharusnya diterima oleh Wali Kota Blitar.

Saut akan meminta kepada Polri untuk memasukkan dua kepala daerah tersebut ke dalam DPO (daftar pencarian orang).  Pasalnya, kendati telah ditetapkan sebagai tersangka, dua orang tersebut masih belum juga ditangkap.  “Tapi saya imbau, sebaiknya kedua tersangka  segera menyerahkan diri.  Saya yakin mereka akan kooperatif,” pungkas Saut.

Reporter : Arief Juli Prabowo

Editor : Della Cahaya Praditasari