Wali Kota Batu Sambut Roadshow Bus KPK

Share this :

Batu, koranmemo.com – Demi menumbuhkan budaya antikorupsi di kalangan masyarakat, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelenggarakan roadshow menggunakan bus antikorupsi yang akan berkeliling ke 28 kota dan kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Bali, dan Jawa Tengah. Roadshow yang menggunakan sarana bus ini juga menyimbolkan bahwa KPK tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga pencegahan dan pendidikan.

Kota Batu menjadi salah satu kota yang dijadikan tujuan roadshow KPK kali ini dan menjadi kota ke 22 dalam roadshow bus KPK tersebut.

Dalam kegiatan roadshow KPK ini akan digelar dua hari di Kota Batu, Selasa (10-09) hingga Rabu (11/09) di Among Tani Kota Batu dengan tema “Jelajah Negeri, Bangun Antikorupsi”.

Di dalam bus tidak ada deretan kursi seperti lazimnya bus angkutan. Namun, terdapat kabin kemudi di sisi depan dan beberapa meja komputer yang menjadi sarana KPK untuk mengenalkan beragam produk antikorupsi, seperti aplikasi JAGA, e-LHKPN, dan Gratifikasi Online (GOL).

Roadshow yang dikemas dengan beragam aktifitas dan kegiatan diharapkan mampu menekan dan mencegah korupsi di berbagai bidang.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat membuka acara tersebut sangat menyambut positif kehadiran rombongan Bus KPK Anti Korupsi yang dipimpin langsung Penasihat KPK Sarwono Sutikno.  Kegiatan yang juga difasilitasi Pemerintah Kota Batu memberikan kesempatan pendidikan anti korupsi bagi seluruh eleman masyarakat.

“Sugeng Rawuh… Kita apresiasi terhadap kehadiran KPK dengan memberikan pemahaman produk anti korupsi mulai tingkat bawah pelajar dan masyarakat. Harapannya mampu mencegah tindak korupsi,” ungkapnya.

Selain itu penasihat KPK, Sarwono Sutikno, saat memberikan sambutan di Among Tani Pemkot Batu mengharapkan peran aktif Pemerintah Kota Batu untuk adanya pendidikan karakter disemua kalangan.

“Semoga kedatangan kami bisa memberikan warna sendiri khususnya di Kota Batu, jika melihat udara di Batu sudah sejuk pasti pemerintah tidak akan melakukan korupsi, ” ujarnya, Selasa (10/09).

Dijelaskan, Kampanye anti korupsi menggunakan bus digelar selama dua hari ini menyasar seluruh lapisan masyarakat mulai dari pelajar, ASN, Komunitas, masyarakat hingga pejabat pemerintahan.

Disampaikan, penggunaan bus sejatinya hanya simbol bahwa KPK tidak hanya melakukan penindakan tapi juga pencegahan dan edukasi terhadap masyarakat. Melalui cara yang humanis Sarwono Sutikno berharap kegiatan semacam ini mendapat respon yang besar dan menjadi momentum bagi masyarakat untuk bersentuhan langsung dengan KPK.

“Ini kesempatan bagi masyarakat untuk tahu produk hukum KPK, selain penindakan tentunya juga kita tekan angka korupsi melalui sosialisasi pencegahan, jadi masyarakat turut terlibat aktif,” jelasnya.

Tahun ini bus KPK menawarkan menu lebih banyak daripada road show sebelumnya. Selain sosialisasi produk antikorupsi, tim jelajah menggelar diskusi komunitas, juga memberikan pembekalan bagi para anggota legislatif DPRD, kuliah umum, pengaduan masyarakat, pentas seni dan berbagai rangkaian kegiatan lainnya.

Reporter Arief juli prabowo

Editor Achmad Saichu