Wakil Ketua DPRD: Sosialisasi Listrik Prabayar PMB Jangan Setengah Hati

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun Y Ristu Nugroho meminta pengelola Pasar Mejayan Baru (PMB) mengoptimalkan sosialisasi rencana peralihan sistem pembayaran listrik dari pascabayar ke prabayar kepada pedagang.

Menurut dia, terdapat dua hal yang perlu dilakukan, yaitu sosialisasi dan informasi yang menyeluruh. Sehingga manfaat dari peralihan untuk penghematan keuangan daerah dapat dipahami secara utuh oleh keseluruhan pedagang.

“Jika diberi penjelasan secara gamblang dan intensif, pedagang pasti dapat memahami akan manfaat dari model meteran token pulsa tersebut. Tapi, kalau sosialisasinya hanya setengah-setengah, wacana itu akhirnya disalahpahami,’’ kata Ristu, Selasa (5/9).

Menurutnya, kegagalan realisasi wacana konversi empat tahun terakhir akibat minimnya komunikasi. Sejauh ini, sebagian pedagang mengharap meteran konvensional agar pembayarannya lunak dan besaran tagihan per bulannya relatif lebih murah.

Karenanya, lanjut Ristu, sosialisasi perlu diintensifkan. Sebelum wacana itu menggelinding jauh hingga mendapat sinyal penganggaran oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Madiun. ‘’Saya kira, gagalnya realisasi selama ini terletak pada komunikasi. Jadi, tinggal bagaimana menyampaikannya ke pedagang,’’ tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, kalangan pedagang Pasar Mejayan Baru (PMB) menolak rencana Pemkab Madiun melakukan pemasangan meteran prabayar untuk mengganti meteran lama.

Mereka berpendapat, biaya rekening listrik prabayar lebih mahal daripada listrik pascabayar.

Reporter: Juremi

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *