Wakil Ketua DPRD Kota Blitar Mundur, Perpisahannya Penuh Haru

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Suasana haru terlihat pada sesi akhir agenda rapat paripurna di DPRD Kota Blitar. Yasin Hermanto yang juga wakil ketua DPRD berpamitan di hadapan undangan dan koleganya.

Sesaat sebelum rapat ditutup, pria yang juga bakal calon wakil wali Kota Blitar tersebut mengatakan, rapat pada Jumat (11/09) itu adalah rapat terakhir bagi dirinya sebagai wakil rakyat. Selanjutnya, dirinya sudah melepas baju kehormatan sebagai wakil rakyat harus mundur lantaran konsekuensi aturan pencalonan wakil wali kota.

“Terakhir kali sekali lagi saya minta maaf kalau ada salah. Awalnya berat bagi saya, tetapi semua harus patuh aturan. Dan harus memilih karena hampir enam tahun duduk di dewan. Sebagai kader partai harus menjalankan amanah yang diberikan kepada saya. Sekali lagi saya pamitan mohon maaf kalau ada khilaf,” kata Yasin sambil sesenggukan.

Pamitan itu pun membuat suasana gedung paripurna menjadi hening.Usai pamitan, sejumlah koleganya di dewan pun bergantian memeluk Yasin. Mulai Ketua DPRD Kota Blitar dr. Syahrul Alim hingga Wali Kota Santoso yang nantinya bakal menjadi lawan pada coblosan 9 Desember nanti.

“Untuk posisi wakil ketua kami serahkan ke partai. Sementara pengganti saya sesuai dengan mekanisme atau pergantian antar waktu (PAW,red). Bapak Syakur akan menggantikan menjadi dewan. Karena posisinya berada di bawah saya,” kata Yasin.

Dia mengatakan, surat pengundurannya kini tengah diproses. Dalam waktu dekat DPC PKB akan mengirimkan surat pengundurannya ke sekretariat DPRD. Selanjutnya bakal dikirimkan ke gubernur Jawa Timur.

Baca Juga: Datangi Situs Sumberbeji, Kepala BPCB Sebut Akan Kembali Lakukan Ekskavasi

Baca Juga: Kejari Nganjuk Adakan Rapid Test Massal Untuk Pegawainya

“Sudah ada yang mengurusi. Jadi saat penetapan calon pada 23 September semuanya sudah beres,” katanya.

Yasin Hermanto sendiri maju bersama dengan Henry Pradipta Anwar. Pasangan ini diusung PKB, PKS, Golkar. Pasangan berjargon Gass Poll ini bakal bertarung dengan koalisi partai gemuk.Yakni PDI Perjuangan, Gerindra, Demokrat, PPP dan Hanura. Koalisi ini mengusung incumbent Santoso-Tjutjuk Sunario.

Reporter: Abdul Aziz Wahyudi

Editor: Della Cahaya