Wajah Baru Wisata Pesisir Selatan Trenggalek

Trenggalek, Koranmemo.com – Wisata di pesisir selatan Trenggalek bakal mengalami banyak perubahan. Diantaranya adalah bakal ada Hotel Glamping Resort di Pantai Mutiara, Glamping Resort di Mangrove Cengkrong dan pengelolaan Hotel Prigi sebagai Edukasi Hotel (Edutel). Pengembangan wisata di pesisir itu diyakini bakal menjadi ‘magnet’ wisatawan.

Pengembangan fasilitas wisata di Kecamatan Watulimo tersebut merupakan kerja sama antara Pemkab Trenggalek dengan PT Neo Sinergi Indonesia (NSI), hasil lelang investasi yang sebelumnya diselenggarakan Pemda di Jakarta Marketing Week (JKW), Sabtu (27/4). Sejauh ini, beberapa investor menyatakan bakal berinvestasi di Trenggalek.

“Tahap awal yang kami pastikan di bangun adalah Hotel Glamping Resort di Pantai Mutiara. Karena tidak terlalu luas total unitnya ada tujuh dan satu kafe atau resto. Memang sedikit karena lokasi tidak terlalu luas dengan estimasi biaya sebesar Rp 1 miliar,” kata Presiden Direktur PT Sinergi Wisata Abadi (SWA), Hence Alfi Pongoh. PT SWA merupakan sebuah perusahaan grup PT NSI.

Bangunan semi permanen berkonsep ecotourism di lahan Perhutani di desain menyerupai tenda menggunakan material bambu dan kayu sehingga lebih ramah lingkungan. Mereka menargetkan finalisasi desain rampung pada November-Desember 2019 sehingga dilanjutkan groundbreaking pada awal tahun. Secara spesifik, pihaknya ingin menyasar wisatawan yang ingin berlibur secara khusus.

“Potensinya sangat besar. Itu akan menjadi special tourism destinations, bukan mass tourism, turis-turis yang mau pelayanan khusus makanya kami bilang resort. All inclusive resort, dia bayar sudah dapat semuanya, (diantaranya) tempat tinggal, jalan-jalan dan berkegiatan di Pantai,” jelasnya sembari menjabarkan konsep seperti Edutel dan Glamping Resort yang akan digarap.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menyebut, dari ketiga rencana pengembangan fasilitas tersebut, satu yang sudah mendekati pasti adalah pembangunan Glamping Resort di Pantai Mutiara. Investasi untuk fasilitas tempat wisata baru diyakini bisa memberi efek positif terhadap masyarakat. Pihaknya akan mendorong investor untuk melibatkan warga lokal.

“Desain sudah cukup oke. Tinggal mekanisme investasinya seperti apa. Saya usul bisa crowdfunding. Karena pariwisata butuh pembangunan yang cepat. Kalau cuma satu investor disuruh bikin sepuluh spot, akan berat,” jelasnya. Investasi model crowdfunding, kata Mas Ipin, akan mempercepat realisasi pembangunan. Sebab, modal bisa dengan cara urunan berbagai macam sumber.

Munculnya fasilitas baru itu, lanjut Mas Ipin bakal menunjang objek wisata di tempat lainnya. Pasalnya pesisir selatan Trenggalek memiliki banyak objek wisata, seperti Pantai Karanggongso, Pantai Prigi, Pantai Damas dan sejumlah objek wisata lainnya. Selain wisata pantai, juga terdapat wisata minat khusus hingga wisata gua.

Reporter Angga Prasetiya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date