Wacana Penghapusan UN

Penerimaan Siswa Baru Langsung Lewat Tes

Kediri, koranmemo.com – Wacana penghapusan ujian nasional (UN) secara bertaha[ yang disampaikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendapat dukungan dari tenaga pendidik di Kota Kediri. Apalagi untuk langkah awal, kementerian tidak serta merta menghapus UN, namun mewacanakan untuk tidak melaksanakan UN setiap tahun. Untuk seleksi masuk ke SMP atau SMA negeri, bisa kembali seperti dulu, yakni seluruhnya lewat tes. “Dengan begitu kan penerimaan siswa baru bisa lebih adil dan selektif,” ujar Ketua Dewan Pendidikan Kota Kediri, M. Atrub.

Atrub juga mengungkapkan, jika UN hanya digunakan sebagai pemetaan standar satu sekolah, sebenarnya tidak perlu diselenggarakan setiap tahun. Selain itu, anggaran untuk pelaksanaan UN juga cukup besar apalagi dengan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) yang mewajibkan sekolah untuk memiliki komputer yang cukup demi pelaksanaan UNBK.

Pria yang kini juga menjadi dosen di UNP (Universitas Nusantara PGRI) Kediri ini mengatakan, perubahan sistem UN ini juga bisa menjadi evaluasi kebijakan untuk penanganan sekolah-sekolah. Bagi sekolah yang masih belum memenuhi standar bila dilihat dari nilai UN, bisa ditangani dulu. Kalau sudah dirasa cukup, baru diuji lagi apakah sudah tercapai atau belum. “Kalau sudah tercapai, berapa yang sudah tercapai. Kalau belum, berapa yang belum. Nanti bisa ditangani lagi,” ujarnya.

Langkah-langkah perbaikan terhadap sekolah yang belum dapat melampaui nilai standar tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas para gurunya. Selain itu, peningkatan kualitas laboratorium yang dinilai kurang memadai juga dapat diperbaiki dengan melakukan pembenahan-pembenahan.  “Jadi, kita betul-betul fokus dari masalah. Tapi, kalau kita hanya melihat secara nasional, kita kan nggak bisa tahu di mana letak masalah yang standarnya masih lemah di mana, di kota mana, kita tidak bisa tahu,” pungkasnya. (ela)

Follow Untuk Berita Up to Date