Visa Progresif Hanya Kabar Burung?

Kediri, koranmemo.com – Informasi tentang adanya biaya tambahan (visa progresif) untuk warga Indonesia yang berangkat umroh lebih dari satu kali membuat sejumlah warga khawatir. Namun, menurut sejumlah biro perjalanan umroh dan haji visa progresif tersebut hanya kabar burung dan belum ada peraturan secara pasti yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama (Kemenag).

Banindro Kepala Kantor Biro Umroh dan Haji Arminareka Perdana Kediri mengatakan, belum menerapkan visa progresif tersebut. Hal itu dikarenakan belum ada intruksi maupun aturan dari kantor Pusat.

“Itu hanya kabar burung kok, kita belum tahu soal itu malahan. Jadi keberangkatan umroh tahun ini terus tahun depan tetap sama tidak ada cas atau biaya tambahan bagi calon jamaah umroh,” ujarnya.

Senada dengan Banindro, Hj. Siti Maslimah pemilik Rameyza Tour dan Travel Kota Kediri juga mengatakan hal yang sama. Siti mengungkapkan jika hal itu dimungkinkan ketika ada aturan dari Kemenag, dimana tersiar kabar akan dilakukan kajian oleh Kemenag pada bulan November tahun ini.

Menurutnya, hal tersebut sudah sering terjadi dari Pemerintah Arab  namun secara tiba-tiba justru dicabut kembali karena jemaah umroh yang berangkat jumlahnya menurun drastis.

“Kabar itu belum jelas kepastiannya, karena bulan depan (November) katanya mau dirapatkan sama Kementerian Agama. Biaya tambahan itu sudah sering terjadi tahun lalu juga seperti ini, tapi tiba-tiba ditiadakan aturannya karena yang pergi umroh sedikit,” ujarnya.

Kabar tentang visa progresif tersebut menurut Siti Maslimah sempat membuat calon jemaah umroh khawatir. Namun, pihaknya berusaha memberikan pemahaman jika visa progresif itu masih belum tentu diterapkan. “Memang beberapa jamaah umroh sempat khawatir tapi kita kasih pemahaman jika itu belum pasti,” jelasnya.

Sementara, Kasi Penyelenggara Haji Kemenag Kota Kediri Tjitjik Rahmawati mengaku belum tahu tentang penerapan visa progresif tersebut. Menurutnya yang lebih tahu adalah pihak penyelenggara travel umroh dan haji karena kegiatan umroh bukan dibawah naungan Penyelenggara Haji Kota Kediri.

“Kita belum tahu tentang visa progresif itu, mungkin pihak biro travel yang lebih tahu. Karena kami hanya menangani haji saja kalau umroh itu dikelola oleh pihak swasta,” ujarnya.

Untuk diketahui, informasi visa progresif tersebut tersebar luas melalui media-media mainstream Indonesia, dimana Pemerintah Arab Saudi memberlakukan aturan visa progresif bagi para calon jemaah umrah, yang ingin beribadah untuk kedatangan selanjutnya. Bagi jemaah yang sudah pernah menunaikan umrah pada perhitungan tahun 1438 Hijriah dan ingin menunaikan ibadah umrah kembali, akan ada tambahan biaya visa sebesar SAR 2.000 atau setara Rp 7,17 juta (SAR 1 = Rp 3.600) untuk kedatangan berikutnya.

Reporter: Zayyin Multazam

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.