Ventilator, Alat Penting Tangani Pasien Corona

Share this :

Koranmemo.com – Ventilator adalah suatu alat yang digunakan untuk membantu pasien dengan kondisi pernapasan parah yang berdampak pada paru-paru. Dengan fungsinya tersebut, ventilator menjadi alat penting dalam menangani pasien corona yang berada pada tingkat keparahan menengah hingga kritis.

Pandemi corona adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Covid-19 yang masih satu keluarga dengan virus yang menyebabkan MERS, maupun SARS. Meski secara langsung tidak mematikan, virus ini dapat memicu riwayat penyakit yang dimiliki pasien semakin parah. Gejala dari penyakit ini sendiri adalah kesulitan bernapas, demam, dan batuk. Semakin parah kondisi pasien, maka akan semakin kesulitan untuk bernapas.

Sebelum seorang pasien dinyataka memerlukan ventilator, biasanya dokter akan melihat tanda-tanda kegagalan pernapasan. Tanda-tanda tersebut berupa peningkatan intensitas pernapasan, terlihat tertekan, dan CO2 dalam darah naik.

Wakil Direktur Pusat Perawatan Kritis Terpadu Universitas Melbourne, Profesor David Story mengatakan, intensitas pernapasan manusia normal adalah sekitar 15 kali pernapasan dalam satu menit. Peningkatan intensitas pernapasan hingga sekitar 28 kali dalam satu menit merupakan tanda jika pasien membutuhkan ventilator.

Selain menggunkan alat ventilator mekanis sebenarnya masih ada cara lain yang dapat digunakan untuk meningkatkan kadar oksigen pasien, metode ­non-invasive. Metode ini cukup menggunakan masker dan tangki oksigen.

Namun, Profesor David Story mengatakan, petugas medis yang menangani pasien virus Covid-19 akan berupaya menghindari metode ­non-invasive. Hal ini dikarenakan pasien akan terus batuk dan muntah, kondisi ini sangat berpotensi menularkan virus Covid-19 kepada petugas medis.

Menyadari pentingnya ventilator untuk menangani pasien pandemi corona yang semakin banyak, otoritas kesehatan di seluruh dunia sedang berusaha keras dalam memenuhi jumlah alat ini. Para ahli juga mengatakan, kecukupan alat ini sangat krusial dalam menangani kasus corona, karena jika terjadi kekurangan ventilator, nyawa pasien akan berada dalam bahaya.

“Pengalaman dari yang terjadi di Italia dan Spanyol, berikut dengan permodelan matematika yang ada. Hasilnya menunjukan jika jumlah pasien kritis akibat corona akan terus bertambah dan dapat melebihi kapasitas ventilator yang dimiliki,” ujar Direktur Obat Pernapasan dan Tidur Rumah Sakit The Royal Children Australia, Profesor Sarath Ranganathan dikutip dari The Guardian.

Walikota New York, Bill de Blasio mengatakan, wilayahnya membutuhkan setidaknya 15.000 ventilator untuk pasien corona di rumah sakit. Kebutuhan ventilator yang sangat banyak tersebut, membuat sejumlah perusahaan otomotif tergerak untuk membantu memproduksi ventilator yang akan digunakan oleh rumah sakit.

Reporter: Ahmad Bayu Giandika

Editor: Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date