Valentine Day, Amankan Satu Pasangan Bukan Suami Istri

Kediri, koranmemo.com— Petugas Satpol PP Kota Kediri melaksanakan giat cipta kondisi (cipkon), untuk mengantisipasi tindak asusila pada hari kasih sayang, Kamis (14/2) sekitar pukul 23.30 WIB. Setidaknya ada 8 titik tempat kos yang berada di Kelurahan Semampir Kecamatan Kediri Kota serta Kelurahan Banaran Kecamatan Pesantren, dan satu hotel yang menjadi sasaran razia.

Dari hasil giat ini, petugas mengamankan satu pasang yang berada di dalam kamar kos yang diketahui berinisial AG (25) asal Desa Cengkok Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk dan RM (25) asal Tumbarak Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk. “Untuk proses pendataan dan pembinaan lebih lanjut, kami bawa pasangan tersebut ke kantor Satpol PP Kota Kediri,” jelasnya saat ditemui koranmemo.com, Jumat (15/2).

Sasaran pertama razia kali ini tempat kos yang berada di Jalan Semampir Kelurahan Semampir Kecamatan Kediri Kota, dan menemukan pasangan muda – mudi yang bukan suami istri tersebut berada di dalam kamar kos dengan kondisi pintu tertutup.

Sasaran kedua, petugas melakukan pemeriksaan di tempat kos yang berada di Jalan M. Bismo Gang Makam. Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas memberikan imbauan kepada pasangan nikah siri untuk segera melakukan ijab khobul yang sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia. Untuk penghuni tempat kos yang lain, petugas tidak menemukan pelanggaran dan kelengkapan administrasi kependudukan lengkap.

Petugas melanjutkan pemeriksaan di hotel Adisurya Kediri. Meskipun petugas menemukan Warga Negara Asing (WNA) yang berada di salah satu kamar hotel, ternyata administrasi dan dokumen lengkap sehingga baik penghuni maupun pengelola tidak ditemukan pelanggaran.

Kemudian, petugas kembali menyasar tempat kos yang berada di Kelurahan Banaran. Pemeriksaan dilakukan kepada seluruh penghuni kamar kos, beberapa penghuni terlihat kooperatif dan identitas serta administrasi kependudukan lengkap. “Alhamdulillah, situasi di Kota Kediri lebih kondusif. Banyak yang sudah mengerti fungsi sebenarnya tempat – tempat kos ini. Jangan sampai nanti disalahgunakan lagi,” tegasnya.

Selain itu, petugas juga akan memberikan surat pemanggilan kepada pemilik tempat kos, yang belum bisa menunjukan surat izin usaha. Pasalnya, surat izin ini menjadi bukti bahwa tempat tersebut benar – benar sebagai tempat usaha.

 “Dan perlu diperhatikan, pemilik ataupun pengelola juga harus memperhatikan penghuni serta surat izin. Jika kami melakukan pemeriksaan dan masih belum mengurus surat izin, maka akan diberikan surat peringatan,” ucapnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date