Usai Terbakar Tahun Lalu, Ini Yang Dilakukan Pedagang Pasar Legi

Blitar, koranmemo.com – Pembangunan pasar Legi Kota Blitar pasca kebakaran Juni 2016 lalu, hingga saat ini belum ada kejelasan. Padahal, sudah 1 tahun lebih para pedagang menunggu pembangunan atau renovasi pasar tradisional terbesar di Kota Blitar ini.

Para pedagang pasar Legi mendesak Pemerintah Kota Blitar agar segera membangun ulang kios pedagang yang ludes terbakar pada Juni 2016 lalu. Bahkan, para pedagang menyampaikan uneg-unegnya kepada Pemkot Blitar dengan memasang spanduk di depan pasar Legi yang bertuliskan

“Tulung Pak, Pasar Ndang Dirampungno, Mosok Dodolan Nggon Sak Gedine Etalase. Dodol Ra Nambah Koyo Malah Nambah Rekoso Pak. Koyo Ra Oleh, Utang Tambah Okeh”. Di bawah tulisan di spanduk terdapat tanda tangan para pedagang yang kiosnya terbakar.

Adi Santoso, salah satu pedagang mengatakan, lewat spanduk tersebut, para pedagang berharap Pemkot Blitar segera membangun ulang kios milik pedagang yang terbakar. “Spanduk itu dipasang pedagang tiga hari yang lalu. Intinya pedagang berharap pasar segera dibangun ulang,” kata Adi Santoso, Kamis (12/10).

Lebih lanjut Adi menyampaikan, kondisi pasar Legi sekarang sepi. Bahkan tempat relokasi yang disediakan Pemkot untuk para pedagang juga kurang memadai. Ukuran tempat relokasi terlalu sempit. Sehingga, banyak pedagang yang tidak menempati tempat tersebut.

“Jualan di tempat relokasi sepi, karena selain tempatnya sempit juga kurang memadai”, tandas Adi.

Dikatakan, Pemkot pernah berjanji membangun pasar tahun ini (2017.red). Namun sampai sekarang belum ada tanda-tanda rencana pembangunan ulang pasar. “Katanya Pemkot sudah mengusulkan dana bantuan ke pemerintah pusat untuk pembangunan pasar. Tapi sampai sekarang belum ada realisasi, bahkan tidak ada kepastian,” keluhnya.

Reporter: Arief Juli Prabowo

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.