Usai Deklarasi di Monumen PETA Blitar, Pasangan Henry-Yasin Daftar ke KPU

Share this :

Blitar, Koranmemo.com – Usai pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali Kota Blitar, Santoso-Tjutjuk Sunario, hari kedua giliran Henry Pradipta Anwar-Yasin Hermanto mendaftar ke KPU. Pasangan berjargon Gass Poll ini mendaftar diantar sejumlah pentolan partai pengusung dan pendukung.

Sebelum pendaftaran, Henry-Yasin Hermanto menggelar deklarasi di monumen PETA di Jalan S Supriyadi Kota Blitar. Sesaat setelah menggelar deklarasi, langsung menuju kantor KPU Kota Blitar di Jalan S Supriyadi Blitar. “Kami mendaftar dengan sederhana karena seperti diketahui masih dalam kondisi Covid-19. Jadi tidak ada pengerahan massa,” kata Henry Pradipta Anwar, Sabtu (05/09).

Deklarasi yang digelar di kompleks monumen PETA pun berlangsung dengan sederhana. Hanya berlangsung sekitar 15 menit. Selanjutnya rombongan bergerak menuju kantor KPU. Seluruh pentolan partai pengusung pun hadir. Di antaranya dari PKB, Golkar, PKS, Nasdem dan sejumlah partai non parlemen.

“Kami deklarasi di kompleks monumen PETA setidaknya ingin memaknai perjuangan beliau dan jerih payahnya dalam menggapai kemerdekaan,” tambah Henry.

Selama proses pendaftaran diberlakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Para bakal pasangan calon memakai masker hingga dites menggunakan thermo gun.

Ketua KPU Kota Blitar Choirul Umam mengatakan sama seperti bakal pasangan sebelumnya, bakal pasangan Henry-Yasin menjalani serangkaian proses. “Tidak ada yang dibedakan, kami perlakukan sama. Sesudah ini kami akan cek seperti keabsahan ijazah dan lain sebagainya,” katanya. Selain kelengkapan ijazah juga bakal dicek kesehatannya nanti.

Sementara itu di sela-sela pendaftaran, Arif Kurniawan yang juga pengurus DPC PKB Kota Blitar harus mendapatkan perawatan tim medis. Ini setelah di sela-sela pendaftaran kelelahan hingga akhirnya diboyong ke rumah sakit terdekat. Arif menurut sejumlah pengurus dalam beberapa hari ini sibuk menyiapkan persyaratan kelengkapan pendaftaran. Dipastikan kelelahan itulah akhirnya badannya lemas. Tim medis pun bergerak untuk memberikan penanganan.

Reporter: Abdul Aziz Wahyudi
Editor Achmad Saichu