Upaya Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Bupati Kediri Apresiasi Kediri Agro Ekspo 2019

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Bupati Kediri Dokter Hj. Haryanti sangat mengapresiasi Kediri Agro Ekspo 2019 yang digelar Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri di kawasan terminal Simpang Lima Gumul (SLG), mulai Jum’at (26/4) hingga Senin (29/4). Dalam acara ini juga ada kontes bursa bonsai, aglonema, anggrek dan buah.

Di tempat yang sama digelar pamer produk holtikultura berupa beras organik, berbagai jenis produk kopi dan pengolahanya dengan produk nasional dan standar produk kopi internasional. Di acara juga digelar pelatihan budi daya dan penanganan kelor dan penangkaran bibit buah dan tanaman hias.

Untuk kontes bonsai secara nasional ada 305 peserta, Aglonema diikuti 100 peserta dari Jawa Timur. Sementara eksibisi Anggrek se Jawa Timur diikuti 15 kelompok.

Selain Bupati Kediri dr Hj Haryanti Sutrisno,  kegiatan ini juga dihadiri Sekda Dede Sujana, Anang Widodo Kepala Disperta Kabupaten Kediri, Prof Zudan Ketua Rumah Bonsai Indonesia ( Rubi) dan Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian RI.

Bupati Kediri dr Hj Haryanti Sutrisno mengapresiasi kegiatan Kediri Lagi Agro Ekpo 2019 ini. Bupati menyarankan agar event skala nasional ini bisa dijadikan agenda dua kali dalam setahun. Karena pontensi peserta yang datang ke Kabupaten Kediri sangat besar dan harus diapresiasi.

“Potensi produk Agro di Kabupaten Kediri sangat berkembang pesat dan bernilai tinggi. Animo masyarakat tinggi dan budi daya Anggrek bisa berkembang pesat dan bisa semua produk agro industri ataupun bonsai harus bisa dipacu olah kreasi tanamanya. Agar produk Agro di Kabupaten Kediri semakin terkenal,” jelasnya.

Hal yang sama disampaikan Dede Sujana Sekda Kabupaten Kediri yang mengajak seluruh peserta bisa semakin produktif dalam berinovasi di Agro Industri pertanian. Ini akan meningkatkan kesejahteraan petani. Kediri lagi Argro Ekspo untuk mengenalkan  hasil produk pertanian Kabupaten Kediri.

“ Komoditas holtikultura berupa tanaman hias dan buah,pangan berupa produk organik dan perkebunan berupa kopi. Acara ini sudah saatnya dijadikan momentum untuk dijadikan ajang silaturahmi bagi semua pengusaha Agro di Kabupaten Kediri dan Jawa Timur,” jelasnya.

Anang Widodo Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri mengatakan Kabupaten Kediri sangat punya potensi di bidang holtikultura. Potensi hasil holtikultura di wilayah Kabupaten Kediri harus digali lagi. Dan bisa memberikan kemakmuran bagi masyarakat Kabupaten Kediri. Peserta kontes bonsai secara nasional ataupun eksibisi dari wilayah Jawa Timur.

“Hasil industri kopi di wilayah Kabupaten Kediri tidak diragukan lagi dan kualitasnya hingga internasional. Sementara produk padi pertanian organik bisa diterima masyarakat. Kediri Ekpo Agro ini untuk mengenalkan potensi bidang pertanian di Kabupaten Kediri secara khusus dan Jawa Timur pada umumnya,” jelasnya.

Prof Zudan selaku ketua Rumah Bonsai Indonesia (Rubi) dan Dirjen Catatan sipil dan kependudukan (Capilduk) Kemendagri dan Ir Sri Wijayanti Yusuf Direktur Buah Florikultura Direktorat Jendral Holtikultura Kementerian Pertanian RI menyebutkan, Kabupaten Kediri merupakan sentra agro berpotensi berkembang. Seperti nanas menjadi ikon Kabupaten Kediri karena perkembanganya luar biasa. Kedepanya bisa diekpor seperti di Lampung.

Reporter Bakti Wijayanto

Editor Achmad Saichu