Ungkap Jaringan Pil Koplo, 3 Pengedar Mendekam di Bui

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Tiga orang pengedar pil dobel L,Senin (18/12) harus mendekam di ruang tahanan Mapolres Nganjuk. Mereka adalah  Aryadi alias Bendol (31) warga Jl. Bengawan Solo I Kelurahan Ringinanom Kecamatan Nganjuk, Bambang Hermanto (35) warga Desa Kwagean Kecamatan Loceret, dan Riawan alias Domban (32) warga Dusun Jegles Desa Plosoharjo Kecamatan Pace.

Ketiganya diringkus Unit Opsnal Satreskoba Polres Nganjuk di tempat yang berbeda. Selain membekuk ketiga pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 2.224.000 butil pil dobel L, 3 buah ponsel berbagai merek, dan uang tunai Rp 110.000. “Ketiganya masih dalam penyidikan untuk pengembangan kasus,” kata Ipda Trubus Paur Humas Polres Nganjuk.

Diungkapkan, dibekuknya 3 pengedar pil koplo tersebut berawal saat Unit Opsnal Satreskoba Polres Nganjuk melakukan patroli rutin pemberantasan narkotika dan obat terlarang. “Sasaran di wilayah Kecamatan Nganjuk pada Sabtu 16 Desember 2017 sekitar pukul 19.30 WIB,” jelasnya.

Ketika menyisir wilayah Kelurahan Kauman, petugas mencurigai seseorang di depan toko pancing. Selanjutnya, melakukan penggeledahan terhadap orang yang belakangan diketahui bernama Marjoko.

“Saat digeledah ditemukan pil dobel L sebanyak 84 butir yang dimasukkan pada bekas bungkus rokok dan uang sisa pembelian sebesar Rp 10.000,” bebernya.

Saat diinterogasi, dia mengaku hanya sebagai pembeli. Sedangkan barang haram itu dibeli dari Aryadi alias Bendol, yang tinggal di  Jl. Bengawan Solo I Kelurahan Ringinanom Kecamatan Nganjuk. Saat itu juga Aryadi diciduk di rumahnya dengan barang bukti 140 butir pil dobel L, uang tunai Rp 100.000, dan sebuah ponsel.

Setelah dilakukan penyidikan dan pengembangan, Aryadi mengaku membeli pil dobel L dari Bambang Hermanto. Akhirnya, Bambang diciduk di rumahnya Desa Kwagean Kecamatan Loceret, Minggu, (17/12) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. “Dari tangan Bambang, diamankan 2000 butir pil dobel L dan sebuah ponsel,” ujarnya.

Tidak berhenti di situ, petugas terus mengorek keterangan dari Bambang. Pada akhirnya dia mengaku jika pil perusak otak itu didapatnya dari Riawan. Kemudian Ridwan juga diciduk di rumahnya dengan barang bukti sebuah ponsel sebagai sarana transaksi.

Reporter : Muji Hartono

Editor      : Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.