UNBK SMA Sederajat Diundur

Share this :

Kediri, koranmemo.com — Pelaksanaan Ujian Nasional Bernasis Komputer (UNBK) jenjang SMA dan MA akhirnya ditunda. Jika sebelumnya pelaksanaan UNBK SMK dan MAK tetap dilaksanakan sesuai jadwal, mulai 16 sampai 19 Maret, untuk SMA dan MA sederajat ditunda satu minggu dari jadwal.

Menurut Humas Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Kediri, Abdul Basith, untuk siswa MA baik negeri dan swasta diundur pada April mendatang. “Iya, UNBK diundur. Sesuai surat dari Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur, pelaksanaan pada 6 sampai 9 April,” jelasnya, Minggu (22/3).

Sementara itu, Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur wilayah Kabupaten dan Kota Kediri, Sidik Purnomo mengatakan, surat dari Disdik Provinsi Jawa Timur Nomor 420/1880/101.1/2020, diberitahukan kepada Kepala Bidang Pembinaan SMA, SMK, PK-PLK, Cabang Dinas Pendidikan, Pengawas, dan Kepala SMA, SMK, PK-PLK se-Jawa Timur per 21 Maret.

“Surat tersebut Menindaklanjuti Surat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Nomor 420/1815/101.1/2020 tertanggal 18 Maret 2020 lalu, tentang Pemantauan dan Tindak Lanjut Antisipasi Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) di satuan pendidikan, ada tujuh hal yang harus diperhatikan dan dilaksanakan,” ujarnya.

Dalam surat tersebut, kata Sidik, Ujian Nasional (UN) untuk jenjang SMA yang seharusnya akan dilaksanakan pada 30 Maret sampai dengan 2 April 2020, ditunda pelaksanaannya pada tanggal 6 sampai dengan 9 April 2020. “Pastinya dengan tetap memperhatikan perkembangan penyebaran COVID-19 di Jawa Timur,” imbuhnya.

Untuk jadwal belajar di rumah peserta didik SMA, SMK, dan PK-PLK yang dijadwalkan berakhir pada 29 Maret 2020, diperpanjang sampai dengan 5 April 2020. Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, Guru, dan Tenaga Kependidikan pada SMA, SMK, PK-PLK se-Jawa Timur, lanjutnya, melaksanakan tugas dari rumah masing-masing mulai 23 sampai dengan 29 Maret 2020, dan mulai melaksanakan tugas di sekolah pada 30 Maret 2020.

Mengenai pelaksanaan tugas dari rumah, sambungnya, dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan efisien. “Kepala Bidang Persekolahan (Pembinaan SMA, SMK, PK-PLK), Pengawas dan Kepala Sekolah, melakukan pemantauan secara intensif melalui teknologi informasi dan komunikasi. Ini dilakukan untuk memastikan setiap satuan pendidikan baik Negeri maupun swasta, serta tetap melakukan proses pembelajaran baik melalui sistem dalam jaringan (daring) maupun penugasan terstruktur,” jelasnya.

Sementara itu, tugas-tugas yang diberikan kepada peserta didik dalam masa belajar di rumah, diprogramkan sesuai kurikulum yang berlaku. “Pemberian tugas dengan tetap mempertimbangkan waktu dan tingkat kesulitan sehingga tidak memberatkan peserta didik, baik dari aspek teknis maupun substansi pembelajaran,” katanya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date