UMM Tetap Selenggarakan Wisuda Secara Luring

Share this :

Malang, koranmemo.com – Di tengah penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tetap menyelenggarakan wisuda untuk mahasiswanya secara langsung atau Luar Jaringan (Luring). Wisuda yang diselenggarakan secara bertahap mulai 14 hingga 16 September 2020 tersebut diikuti 595 wisudawan.

Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd., menuturkan wisuda yang diselenggarakan di gedung Dome UMM dengan kapasitas Hall 10.000 orang tersebut digelar dengan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. Mulai dari pengukuran suhu tubuh, penggunaan masker, mencuci tangan, hingga jaga jarak wajib dilakukan dalam prosesi wisuda. Wisudawan juga wajib menunjukkan surat keterangan rapid test. Selain itu, mobil pengantar wisudawan yang masuk area UMM pun harus berisi setengah kapasitas mobil tersebut.

“Saat orang tua yang mengantarkan anaknya untuk kuliah di UMM disambut dengan penuh unsur kekhidmatan dan penuh haru, demikian sama halnya saat UMM melepas mereka. Akan ada perasaan yang hilang jika prosesi wisuda murni dilaksanakan secara online atau daring,” ujarnya.

Meski diselenggarakan di tengah pandemi, prosesi penyelenggaraan wisuda tersebut tetap dilakukan tanpa menghilangkan kesan formal dan kekhidmatannya. Gelaran prosesi wisuda juga disiarkan streaming Youtube di channel UMM Tube. Hal ini diperuntukkan bagi wisudawan dan keluarga yang tak bisa hadir secara langsung.

Baca Juga: Angka Kedisiplinan Kota Malang 75 Persen, 47 Warga Terjaring Operasi Yustisi

Rektor Fauzan berharap wisudawan dapat mengharumkan nama UMM di masyarakat luas dengan menunjukkan perannya di setiap bidang. Dan diharapkan wisudawan dapat mengimplementasikan keilmuannya di kehidupan bermasyarakat. “Mulailah dari yang kecil, karena sesuatu yang besar itupun juga dimulai dari yang kecil. Jangan suka mengabaikan yang kecil,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Biro Kemahasiswaan Yudi Suharsono menambahkan peserta wisuda luring wajib membawa surat ijin melaksanakan wisuda. Dan untuk peserta yang sedang sakit tidak akan diizinkan mengikuti prosesi wisuda. “Keluarga juga harus rapid test. Jadi ketika peserta wisuda memasukkan data, kita validasi terlebih dahulu. Setelah itu baru kita beri undangannya,” ujarnya.

Baca Juga: Forkopimda Kota Malang Perketat Disiplin Bermasker

Menurut Yudi, 595 wisudawan tersebut terbagi menjadi 3 gelombang. Dan di gelombang pertama, dihadiri sebanyak 209 wisudawan. Di gelombang kedua dan ketiga masing masing dihadiri oleh 175 dan 216 wisudawan. “Pembagian gelombangnya berdasarkan fakultas. Kami batasi dalam satu gelombang, maksimal 300 wisudawan atau wisudawati yang hadir,” pungkasnya.

Reporter: Mokhammad Sholeh

Editor: Della Cahaya