UMK Jombang Sudah Diajukan ke Pemprov. Berapa Besarannya?

Jombang, koranmemo.com – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jombang  2019 dipastikan naik dari UMK tahun ini sebesar yang pada angka Rp 2.264.135. Kenaikan ini mencapai 8,03 persen, sehingga UMK Jombang 2019 berada pada angka Rp 2.445.945. UMK 2019 ini sendiri telah diajukan pemerintah setempat ke Pemerintah Provinsi Jatim.

Seperti dikatakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Jombang Heru Widjajanto, saat diwawancarai awak media di kantornya di Jalan KH Wahid Hasyim No 175 Jombang, Senin (12/11) pagi. Menurutnya, pengajuan ini telah melalui serangkaian tahapan seperti rapat antara dewan pengupahan dengan asosiasi pengusaha dan serikat pekerja di Jombang.

“Berdasarkan hasil survey KHL (kebutuhan hidup layak) bulan Juli dan Agustus 2018, kemudian juga studi banding ke Purwokerto, berkaitan dengan penetapan UMK, alhamdulillah untuk tahun 2019 kami menetapkan usulan kepada bupati sebesar Rp 2.445.945,” kata Heru kepada awak media.

Besaran nominal tersebut menurut Heru, berasal dari UMK 2018 sebesar Rp 2.264.135 ditambah dengan 8,03 persen yang merupakan akumulasi atau penjumlahan dari inflasi dan pertumbuhan ekonomi pada September 2018.

“Sabtu (10/11) kemarin diajukan ke Provinsi. Memang berapapun yang diajukan nantinya yang ditandatangani Gubernur tetap seperti perhitungan sesuai PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan. Jombang sendiri sudah sesuai dengan itu,” beber Heru.

Lalu kapan UMK 2019 ini ditetapkan? Heru menandaskan, UMK 2019 sebesar Rp 2.445.945, ditetapkan 21 November 2018 mendatang.

“Serikat pekerja juga menerima dengan baik. Mereka menyadari kenaikan (UMK) ini sudah cukup tinggi. Sementara pertumbuhan ekonomi dan nilai investasi tidak terlalu tinggi di Jombang,” pungkas Heru.

Reporter:  Agung Pamungkas

Editor:  Della Cahaya Praditasari

Follow Untuk Berita Up to Date