Uji Coba Sekolah Tatap Muka, Ini Kata Bupati Jombang

Share this :

Jombang, koranmemo.com – Wacana uji coba pembelajaran tatap muka, akan segera dilakukan mulai 18 Agustus atau paling lambat akhir Agustus 2020, berdasarkan surat edaran Gubernur Jatim, belum bisa diberlakukan di Kabupaten Jombang.

Namun menurut Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab, bahwa hal itu bakal ditentukan setelah pertemuan sejumlah pihak untuk pembahasan.

“Mengenai itu (sekolah tatap muka), rencananya bakal dibahas hari kamis (13/8) besok siang setelah paripurna. Nanti kita akan mendengarkan paparan dari pihak sekolah. Karena untuk hal itu kewenangannya provinsi (Pemprov Jatim),” terang Bu Mun (sapaan Bupati Jombang) saat ditemui wartawan, Selasa (11/8).

Sementara itu, Trisilo Budi Prasetyo, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang, berdasarkan surat edaran tersebut, memang mulai tanggal 18 Agustus atau paling lambat akhir Agustus 2020 uji coba sekolah tatap muka bakal bisa dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19, apabila daerah ini mendapatkan lima persetujuan sekaligus, dari Bupati dan ketua Gugas PP Covid-19 Jombang, kemudian dari walu murid, kepala sekolah, dan pihak komite sekolah.

Tetapi untuk mekanismenya, pihak Cabdisdik Jatim akan menemui Bupati beserta Ketua Tim Gugas PP Covid-19 untuk meminta izin dan menjelaskan kesiapan sekolah di kota santri.

“Jika salah satu saja tidak mengizinkan, maka uji coba tidak akan kita lakukan. Jadi sekolah tidak diperbolehkan memaksa jika orang tua siswa tidak mengizinkan anaknya untuk sekolah tatap muka, dan tetap kembali mengikuti pembelajaran sekolah daring. Kemudian, apabila ke lima persetujuan ini sudah dikantongi, maka kami dari Cabdisdik Jatim akan membuka sekolah secara bertahap, sesuai dengan ketentuan zona kuning, orange atau hijau, dari peta gugus tugas atau dinas kesehatan, selanjutnya baru kami yang menentukan sekolah mana saja nanti yang bisa melakukan uji coba pembelajaran tatap muka,” paparnya kepada wartawan, Rabu (12/8).

Dalam uji coba ini juga mempertimbangkan kesiapan sekolah, seperti sarana prasarana, pasalnya satu sekolah diminta menyediakan satu tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer disetiap kelas. Bahkan, protokol kesehatannya sekolah juga diminta menyemprotkan desinfektan ke seluruh bagian sekolah sebelum dipakai belajar siswa. Dan untuk para siswa yang masuk juga bakal dibagi menjadi beberapa gelombang, untuk menjaga jarak atau pycical distancing.

“Ada beberapa opsi, yang pertama separuh masuk pagi, separuh masuk sore, atau separuh masuk hari ini, separuh masuk besok dan seterusnya. Pembelajaran uji coba ini juga hanya berlangsung selama 4 jam, dan tidak ada jam istirahat. Jadi para murid harus membawa makanan sendiri, karena kantin tidak diizinkan untuk buka,” papar Trisilo Budi Prasetyo.

Demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah pendidikan. Para murid di sekolah juga bakal diwajibkan membentuk tim gugas yang didalamnya berisi Ketua OSIS, pramuka, tim UKS dan juga ada guru pembimbing.

“Untuk gugas sekolah ini harus ada satu orang yang cerewet dan siap untuk woro-woro untuk terus mengingatkan para siswa lainnya tetap selalu memenuhi protokol kesehatan. Akan tetapi, apabila ada yang melanggar, maka akan dihukum, dan tidak boleh masuk keesokan harinya. Pasalnya, uji coba sekolah tatap muka ini ynag kita utamakan sementara ini adalah kesehatan mereka (murid sekolah),” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Editor Achmad Saichu