Ubah Wajah Kawasan Kumuh, Sungai Andalas Tengah Akan Dijadikan Wisata Edukasi

Malang, koranmemo.com – Sungai Andalas Tengah yang dulunya dipandang sebelah mata, kini tampak tertata dan menarik. Masyarakat dapat menikmati taman dengan berbagai jenis tanaman. Di sungai kecil yang terletak di Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang tersebut disediakan juga kursi taman di tepi sungai untuk bersantai.

Ketua RW 1 Kelurahan Kasin, Setia Budi Kurniawan menuturkan, sungai Andalas Tengah dulunya adalah sungai yang tidak tertata. PKL liar dan sampah menghiasi wajah sungai tersebut. Bahkan ada juga yang menggunakan air sungai untuk mandi hingga menimbulkan kesan kumuh.

“Di sini dulu ada warung kopi, warung rujak, warung pendatang yang buka tutup, ada juga pecel yang sekarang sudah sadar. Ini tamannya dulu diplester sendiri, dikasih meja, makan di situ. Itu kan nggak baik, kan bukan lahannya,” ujarnya.

Dia menyebutkan, untuk mengubah wajah Sungai Andalas Tengah dari kesan kumuh tidaklah mudah. Proposal demi proposal dia sodorkan demi mencari pendanaan. Hingga akhirnya dipercaya dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) dari bank BRI.

“Pendekatan yang saya lakukan bukan kekerasan tapi melalui program-program seperti ini. Minta bantuan CSR, minta bantuan Pemkot supaya ada dana. Kan ada dana tambahan dari kelurahan dan dana APBD untuk pengembangan wilayah, saya maksimalkan,” tuturnya.

Menurutnya, untuk melakukan perawatan dan pengelolaan sungai tersebut, Budi mengaktifkan kembali karang taruna setempat. Dia menyebutkan beberapa karang taruna di sana merupakan korban PHK.

Pemberdayaan karang taruna sebagai ujung tombak pengelolaan sungai diharapkan dapat mengoptimalkan potensi sungai. Budi merencanakan akan menjadikan Sungai Andalas Tengah menjadi wisata edukatif.

“Rencananya kalau sungai ini sudah bersih, kita akan jadikan tempat ini jadi wisata edukatif. Ada pendidikan hidroponik, pendidikan nama-nama pohon, ada juga wisata lomba mancing dan seterusnya,” ujarnya.

Dia menambahkan, tim gugus tugas juga akan dipersiapkan untuk mengelola sungai baik pengelolaan kebersihan, fasilitas hingga pengolahan sampah. Rencana tersebut dilakukan demi menjaga keberlanjutan pemanfaatan sungai. Salah satunya dengan pemanfaatan wisata maupun limbah sampah untuk menutup biaya operasional pengelolaan sungai.

“Ke depan kita ingin punya icon. Mimpinya warga dan visi saya itu bukan sekedar sungai, sungai ini adalah bagian dari proses kampung kita menjadi kampung tematik, namanya Kampung Legenda Arema,” tuturnya.

Budi yang juga sebagai Dosen FEB Universitas Merdeka (Unmer) Malang itu berharap, pemanfaatan potensi sungai dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Di seberang sungai Andalas Tengah juga terdapat monumen sepak bola yang merupakan cikal bakal berdirinya Arema FC.

“Jadi ini nanti akan menjadi wisata edukasi, ada sejarah dan ada juga pendidikan tentang lingkungan. Di samping itu kita juga berusaha meningkatkan kesejahteraan dari warga sekitar khususnya karang taruna,” ujarnya.

Reporter: Mokhammad Sholeh
Editor: Della Cahaya