Ubah Tata Ruang Wilayah Agar Relevan,  Mas Ipin Paparkan ke Kementerian ATR/BPN

Share this :

Trenggalek, Koranmemo.com – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin tengah mengupayakan perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RT/RW) di Trenggalek agar lebih relevan. Banyak penyimpangan peruntukkan RTRW yang dianggap sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan wilayah maupun bertentangan dengan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan dikembangkan di Trenggalek.

Mas Ipin bersama rombongan langsung memaparkan rencana perubahan itu ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Senin (4/11). “Kami memaparkan asumsi peraturan daerah RT/RW Trenggalek,” kata Mas Ipin. Paparan rencana perubahan itu disampaikan langsung kepada Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN.

Perubahan itu bukan tak berdasar. Tinjauan pada tahun 2017 lalu, skor deviasi atau penyimpangan mencapai 61 persen sehingga dianggap tidak sesuai. Utamanya untuk mendukung pembangunan strategi diantaranya Bendungan, Jalur Lintas Selatan (JLS), Selingkar Wilis. “RT/RW (lebih) 5 tahun bisa diubah atau ditinjau kembali. Kami tinjau kembali skor deviasi 61 persen pada tahun 2017,” imbuhnya.

Mas Ipin berharap revisi itu dapat disetujui sehingga nantinya ada kepastian untuk berinvestasi, pemanfaatan lahan dan pengembangan proyek lainnya untuk meningkatkan perekonomian. Di RT/RW yang baru, Mas Ipin berencana membuat area konservasi di kawasan Prigi dan kawasan Munjungan-Panggul. “Semua infrastruktur yang dibangun bisa sesuai dengan kondisi tata ruangnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, rencana perubahan RT/RW berlangsung sejak tahun 2012. Selain mendukung PSN hingga pengembangan pembangunan investasi daerah, revisi itu untuk menunjang persiapan infrastruktur pembangunan Bandara di Kediri. Sesuai regulasi, jika kajian perubahan pembangunan melebihi 20 persen, aturan daerah yang lama boleh di ganti atau di revisi. Trenggalek saat ini telah mendapatkan restu dari kementerian untuk mengubah RT/RW. (adv/humas pemkab Trenggalek)

Reporter Angga Prasetiya

Editor Achmad Saichu