Ubah Limbah Pelepah Pisang Menjadi Keripik, Penjualan Hingga Luar Negeri

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Jika selama ini pelepah pisang sering dianggap sebagai limbah dan hanya dijadikan untuk makanan ternak, namun ditangan Lilik Rahayu, warga Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri ini mengubah kulit batang pisang menjadi camilan lezat.

Ide pembuatan keripik pelepah pisang ini berawal dari produk pertamanya tempe mendoan. Dalam pembuatan tempenya Lilik menggunakan daun pisang sebagai alat pembungkus. Saat Lilik mencari daun pisang, menemukan pelepahnya seukuran 1 meter. Kemudian saya bawa pulang.

Pelepah pisang itu saya potong-potong saya bersihkan, kemudian saya goreng menjadi keripik. Ternyata rasanya enak. Dari situlah Lilik sekaligus memanfaatkan batang pisang dibuat keripik.

“Semula camilan tradisional itu dikonsumsi sendiri. Tetapi setelah diunggah di media sosial, ternyata banyak yang berminat,” ungkapnya.

Akhirnya Lilik memproduksi keripik pelepah pisang untuk dijual sebagai produk UMKM. Dengan mempekerjakan 15 orang karyawan dari mayoritas kaum lansia yang tak bekerja, saat ini usaha keripik pelepah pisang milik lilik telah diterima oleh pasar luar Negeri.

Lilik berinovasi dengan menciptakan bermacam rasa yakni, original, jagung bakar, keju, balado, BBQ, dan sate panggang. Adapun harga keripik pelepah pisang buatan Lilik dibandrol Rp 65 ribu per kg. Sedangkan kemasan 250 gram Rp 20 ribu.

“Melalui komunitas produsen keripik khusus Indonesia, camilan trandisional itu telah diekspor ke manca Negara mulai dari Singapura, Hongkong dan Thailand,” ungkapnya.

Reporter Nuramid Hasyim
Editor Achmad Saichu