Uang Denda Pelanggar Prokes di Kediri Masuk Kasda

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Tercatat dari data petugas Satpol PP yang melakukan razia protokol kesehatan (Prokes) dengan penerapan Inpres No 6 tahun 2020 dan Perbub No 44 Tahun 2020, petugas mendapatkan nominal denda sebesar Rp 18.500.000 dan ini masuk ke kas daerah.

Sementara untuk pelanggar prokes sebanyak 181 orang dengan denda Rp 100.000. Sedangkan, pelanggar pemilik usaha yang membandel dan tidak memperhatikan prokes dengan membiarkan kerumunan di Café miliknya dikenakan denda Rp 500.000.

Agung Joko Retmono Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri menjelaskan denda tersebut terkumpul dan berlaku sejak ada giat razia prokes secara gabungan mulai 15 September hingga 16 Oktober. Hingga sejauh ini denda ini sudah masuk dan tersimpan di Kasda Kabupaten Kediri.

“Secara umum kita mengacu pada Inpres dan Perbub yang sudah berlaku dan kita melakukan tugas sesuai posedur dan mekanisme yang ada. Pelanggaran yang terbanyak pada masyarakat yang tidak mengenakan masker, bawa masker tidak gunakan dan memiliki masker tidak dikenakan maksimal,” ujarnya.

Baca Juga: Denda dari Pelanggar yang Tak Pakai Masker di Madiun Capai Rp 6,9 Juta

Ditambahkan Agung, denda tersebut tetap utuh dan tidak digunakan untuk kepentingan lainya. Kalaupun digunakan harus ada tata aturannya agar tidak menyalahi mekanisme penggunaan dana denda. Karenanya perlu mengedepankan pola penerapan pelanggar prokes ini sesuai dengan kesalahan pelanggar.

“Razia prokes ini tetap berkelanjutan dan perlu disadari masyarakat adanya denda tetap berlaku. Karenanya kami minta dengan sangat tingkat kepatuhan dan kesadaran warga untuk mengenakan masker dimanapun berada,jaga jarak dan tidak berkerumun,” imbuhnya.

Reporter Bakti Wijayanto
Editor Achmad Saichu