“Tyco” Branding Olahan Coklat Trenggalek

Share this :

Trenggalek, koranmemo.com – Demi meningkatkan produktivitas, inovasi dan kreasi dari Kakao, Kabupaten Trenggalek membuat “Rumah Kakao” yang bertempat di Kecamatan Karangan. Dengan kreatifitas berbagai olahan cokelat bisa di produksi di rumah kakao tersebut mulai dari permen cokelat, bubuk cokelat, kopi cokelat dan masih banyak produk olahan lainnya yang berbahan dasar Kakao dari perkebunan rakyat.

Semua produk olahan cokelat dibranding dengan nama “Tyco”. Rencananya rumah kakao ini selain digunakan untuk produksi berbagai macam olahan cokelat, kedepannya rumah Kakao ini akan dijadikan sebagai tempat wisata edukasi cokelat.

Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak, M.Sc usai menyerahkan bantuan peralatan pertanian kepada beberapa gapoktan, menyempatkan mengunjungi rumah kakao. Didampingi Kadispertahutbun dan bebrapa pejabat di lingkup Pemkab Trenggalek, Rabu (21/9).

Dikatakan Bupati Emil, pengunjung selain dapat menikmati produk olahan cokelat, mereka juga bisa berwisata edukasi bagamana proses pengolahan cokelat dan masih banyak pengetahuan lainnya mengenai cokelat.

“Program ini merupakan salah satu peningkatan kemajuan, karena Trenggalek sendiri memiliki banyak iconnya banyak sekali seperti Cengkeh, Durian, cokelat, kopi yang kesemuanya perlu kita gali dan dikembangkan,” ujarnya.

Rumah ini bukan sekedar namanya rumah Kakao atau coklat, disini coklat sudah diolah sekaligus menjadi sebuah produk yang dibranding dengan nama “Tyco”. Untuk lahan yang lebih luas seperti ini, bisa di buat tempat wisata edukasi untuk anak-anak sekolah, supaya mereka lebih tertarik lagi untuk mengembangkan potensi perkebunan cokelat yang ada di Trenggalek.

Sebelum peningkatan produksi, tentunya harus punya standart kualitas dan target pasar yang jelas. Sumber daya manusianya harus kita persiapkan, utamanya SDM di hilir. Selanjutnya secara on-farm kita tingkatkan produktivitas masyarakat.

“Untuk segi tanaman saat ini ada tekhnologi penanaman yang akarnya ditambah satu batang lagi agar ada kecukupan asupan unsur haranya,” jelasnya.

Hal-hal seperti ini yang perlu di dorong sehingga kebun cokelat rakyat terluas se-Jawa Timur tadi produksinya bisa lebih tinggi. Dalam hal lainnya paling petning mengintegrasikan semuai ini dengan potensi pariwisata.”Tentunya orang bila sudah mendengar salah satu oleh-olehnya cokelat yang benar-benar di produksi di sini, malah kita bisa bikin varietas khusus,” pungkasnya. (ray/haz)