Turun ke Blitar, Ini Pesan Anggota MPR RI Djarot ke Pemuda dan Ormas

Share this :

Blitar, koranmemo.com- Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI), Djarot Saiful Hidayat dengar pendapat dengan masyarakat pada Kamis (19/11).

Kali ini melibatkan organisasi pemuda dan organisasi masyarakat yang ada di wilayah Kota Blitar. “Tujuannya untuk meminta masukan berupa saran dan pendapat tentang bagaimana pandangan terkait pokok-pokok haluan negara Indonesia,” tutur Djarot yang juga pengurus DPP PDI Perjuangan ini.

Ia menjelaskan, sampai saat ini Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) belum memiliki pokok-pokok haluan negara. Sehingga masing-masing presiden selalu memiliki visi misi yang berbeda di setiap periodenya. “Itu tidak baik karena akhirnya setiap pergantian presiden, kita harus memulai pembangunan dari nol kembali,” katanya kepada Koranmemo.com.

Djarot membandingkan dengan masa sebelumnya dimana pada era pemerintahan Ir. Soekarno memiliki pokok haluan negara yaitu Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PNSB). Begitu pula saat jaman Presiden Soeharto yang menetapkan melalui TAP MPR membuat Garis Besar Haluan Negara (GBHN). “Nah, di era pasca reformasi ini yang di negara kita justru belum punya pokok-pokok haluan negara. Sehingga setiap pergantian presiden selalu juga dibarengi dengan visi misi yang berbeda, akibatnya pembangunan tidak bisa dilaksanakan secara cepat dan tepat,” tambah pria yang tinggal di Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar ini.

Karena hal tersebut, melalui Badan Pengkajian MPR mendorong agar Indonesia memiliki pokok-pokok haluan negara. “Dengan begitu, paling tidak arah pembangunan selama 30-50 tahun ke depan bisa terjaga dan dapat dikelola dengan baik,” tuturnya.

Selain itu, dengan adanya pokok-pokok haluan negara maka visi dan misi mulai dari pemimpin tertinggi yakni presiden sampai di tingkat terendah yaitu upati maupun wali kota akan mengacu pada haluan tersebut. “Bayangkan, presiden kita setiap periodenya berganti, dan juga pasti begitu pula visi misinya. Nah untuk menjaga agar arah pembangunannya tidak melenceng terlalu jauh maka dibutuhkan lah haluan negara tersebut,” pungkasnya.

Reporter: Saifudin/Abdul Aziz Wahyudi
Editor Achmad Saichu