Turun Jalan, Buruh Suarakan Masalah Ketenagakerjaan hingga Upaya Pelemahan KPK

Share this :

80Jombang, koranmemo.com – Ratusan buruh yang tergabung dalam Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) Jombang menggelar aksi demonstrasi, Rabu (18/9) pagi. Mereka turun jalan untuk menyuarakan sejumlah tuntutan.

Pengamatan wartawan, ratusan buruh memulai aksi di pendapo Kabupaten Jombang. Massa datang dengan mengendarai sepeda motor, maupun menumpang mobil bak terbuka.

Sesampainya di depan pendopo, pendemo melakukan orasi secara bergantian. Mereka juga membentangkan spanduk dan poster yang berisi tuntutan.

Salah satu tuntutan yang disuarakan para buruh yakni menolak revisi UU 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Menurut mereka, revisi kembali digeber pemerintah dengan alasan akan menghambat investasi.

“Draft yang beredar usulan revisi antara lain, upah yang fleksibel, pemangkasan pesangon, penambahan jam kerja, dilegalkannya outsourching, hilangnya cuti haid bagi buruh perempuan, dihapuskannya uang penghargaan masa kerja serta jam lembur yang fleksibel,” ungkap Nurul Chakim, koordinator aksi.

Selain itu, lanjut Chakim, buruh juga menolak kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dua kali lipat dari sebelumnya.

“Tentu saja kebijakan tersebut semakin membebani dan memiskinkan kaum buruh. Makanya, kami dengan tegas menolak revisi UU Ketenagakerjaan dan rencana kenaikan iuran BPJS,” tegasnya.

Selain dua tuntutan berhubungan langsung dengan dunia perburuhan, massa buruh juga turut menolak revisi Undang-undang KPK.

“Seperti kita tahu, bocornya APBN maupun APBD juga akibat ulah koruptor, yang melakukan korupsi di segala sektor. Nah, kami menganggap KPK yang kami anggap paling efektif dalam pemberantasan maling uang negara, malah diberangus melalui revisi UU KPK,” tandas Chakim.

Sementara itu, puas berorasi di pendopo Kabupaten Jombang, massa kemudian bergerak menuju ke kantor DPRD setempat. Di lokasi tersebut, massa buruh melakukan hal serupa, dibawah pengawalan ketat kepolisian setempat.

Reporter Agung Pamungkas
Editor Achmad Saichu